Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Salah seorang pedagang melintas di lokasi gedung baru Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Senin (29/4/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah pedagang mengeluhkan belum difungsikannya bangunan baru Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang. Padahal dari sisi pembangunan sudah selesai dilakukan sejak akhir 2018.
Salah seorang pedagang di Pasar Legundi, Noto Sudarmo, mengatakan dari sisi bangunan Pasar Legundi sudah selesai dibangun pada akhir tahun lalu. Namun, meski telah selesai pasar belum bisa difungsikan karena akses ke pasar masih ditutup sehingga pedagang tidak bisa keluar masuk. “Saya tidak tahu kenapa karena yang diketahui pedagang bahwa pembangunan telah selesai sejak empat bulan lalu, tapi hingga sekarang belum digunakan,” kata Noto kepada Harian Jogja, Senin (29/4/2019).
Menurut dia, para pedagang menunggu kepastian kapan pasar akan dibuka. “Ya kami menunggu karena ingin berjualan di lokasi yang baru,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Suwondo, pedagang lain di Pasar Legundi. Menurut dia, banyak pedagang yang sudah mendaftar untuk bisa menempati kios maupun los di pasar. Namun demikian, hingga sekarang belum ada kejelasan kapan pasar akan dibuka. “Ya kalau sekarang masih dikunci. Informasi yang kami dengar pasar akan dibuka pada Juni mendatang, tapi kebenarannya kami juga belum tahu. Yang jelas, hingga sekarang pasar baru belum beroperasi,” katanya.
Menurut Suwondo, para pedagang memiliki harapan besar karena dengan lokasi yang baru rencananya aktivitas pasar akan buka setiap hari. Kondisi ini berbeda dengan pasar yang lama karena aktivtas jual beli hanya dilakukan di hari tertentu. “Kalau buka setiap hari harapannya bisa meningkatkan pedapatan pedagang sehingga bisa lebih sejahtera. Tapi masalahnya belum juga dibuka, jadi kami berharap agar pasar segera dimanfaatkan dan tidak jadi bangunan yang mangkrak,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Pasar Legundi belum bisa difungsikan. Menurut dia, ada beberapa penyebab pasar itu belum digunakan. Selain kondisi bangunan yang masih masa pemeliharaan, belum dibukanya pasar karena belum adanya hibah aset dari Pemerintah Pusat ke Pemkab Gunungkidul. “Aset akan diserahkan ke Pemkab, tetapi untuk sekarang masih milik Pusat karena belum ada serah terima. Jadi, sebelum ada hibah, Pemkab tidak memiliki kewenangan sehingga tidak bisa mengoperasikan pasar dengan secepatnya,” kata Johan.
Dia berjanji saat sudah ada penyerahan aset maka Pasar Legundi segera dioperasikan. “Saat ini masih proses untuk serah terima aset. Jadi, ditunggu dulu karena proses tidak serta merta langsung bisa selesai,” katanya.
Untuk diketahui, pembangunan Pasar Legundi menggunakan dana tugas pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp6 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Cuaca DIY hari ini diperkirakan hujan ringan di Sleman dan Bantul. Simak prakiraan cuaca Jogja lengkap beserta suhu dan kelembapan udara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kapanewon Godean mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.