Pokdarwis Jagad Lega Gua Ngingrong Gelar Atraksi Seni

Pentas musik campursari yang digelar di kawasan Destinasi Digital Pasar Ngingrong, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Minggu (28/4/2019). - Istimewa
01 Mei 2019 22:17 WIB Yudhi Kusdiyanto Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebagai upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisata di Destinasi Digital Pasar Ngingrong, Pokdarwis Jagad Lega Gua Ngingrong, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari bersama Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan gelar atraksi seni campursari, Minggu (28/4/2019). Acara digelar di sekitar Destinasi Digital Pasar Ngingrong.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk menyaksikan gelaran ini. Mereka tak hanya datang dari sekitaran Gunungkidul, tetapi banyak yang datang dari luar wilayah seperti Kota Jogja dan sekitarnya.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Mulo, Suwarno, mengatakan gelar atraksi seni dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mengenalkan keberadaan Desa Wisata Mulo yang saat ini mengembangkan Destinasi Digital Pasar Ngingrong.

“Banyaknya pengunjung diharapkan dapat memberikan efek positif berupa peningkatan omzet pendapatan. Pada 2018 jumlah kunjungan wisata ke Destinasi Digital Pasar Ngingrong, Gua Ngongap, Gua Ngoboran, Gua Ngingrong dan Taman Batu mencapai 4.664 orang dengan omzet pendapatan Rp336 juta,” kata Suwarno.

Menurutnya, saat ini di Pasar Ngingrong terdapat 28 pedagang kuliner dengan jumlah lapak sebanyak 14 buah. Pada pedagang menjajakan berbagai jenis makanan tradisional dengan tampilan yang lebih melekat pada konsep alam.

“Destinasi Digital Pasar Ngingrong dikemas sebagai tempat wisata terpadu dengan memberikan pelayanan hiburan yang terbaik bagi para pedagang dan wisatawan agar mereka merasa aman dan nyaman. Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata,” kata Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, sep[erti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (1/5/2019).

Sebelum gelar atraksi Seni Campursari, dilaksanakan senam bersama yang diikuti oleh warga sekitar. Pada siang hari dilanjutkan dengan kesenian gedruk jatilan dari Desa Mulo.