Pemkot Jogja Pilih Ini untuk Mengefektifkan Penyerapan tenaga Kerja

Beberapa pencari kerja tengah mengikuti kegiatan Pameran Job Fair dan Kesempatan Magang di Aula Disnakertrans Kulonprogo, Kamis (25/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
02 Mei 2019 10:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja berupaya mengefektifkan penyerapan tenaga kerja guna mengurangi angka pengangguran. Salah satu cara yang dilakukan dengan memperbanyak kerja sama program magang kerja dibanding pelatihan untuk dunia kerja.

“Kami akan memperbanyak kerja sama dengan perusahaan untuk melaksanakan program magang kerja. Selama ini, memang banyak pelatihan untuk dunia kerja, tetapi belum efektif untuk penyerapan tenaga kerja,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (2/5/2019).

Oleh karena itu, lanjut dia, dari pada memperbanyak pelatihan yang mengarah pada beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja tetapi belum tentu bisa terserap dunia kerja, maka akan lebih baik jika memperbanyak program magang kerja.

“Dengan program magang maka para pencari kerja memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diserap dunia kerja karena sudah memiliki pengalaman yang lebih baik. Atau perusahaan menawarkan kesepakatan penyerapan tenaga kerja setelah magang,” katanya.

Pada tahun ini, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja untuk pertama kalinya menyelenggarakan “magang fair” guna menjaring pencari kerja atau bahkan masyarakat umum yang ingin magang di sejumlah perusahaan.

Pemerintah Kota Jogja menggandeng 20 perusahaan untuk program tersebut yang seluruhnya bergerak di bidang jasa pariwisata. Dari program tersebut, direkrut sebanyak 40 calon tenaga kerja untuk magang selama lima bulan.

Selama magang, peserta juga memperoleh fasilitas seperti uang transpor bahkan memiliki kesempatan direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut jika mampu menjalankan pekerjaan dengan baik atau sesuai standar perusahaan.

Meskipun akan memperbanyak program magang, namun Heroe memastikan jika kegiatan pelatihan keterampilan tetap akan dilakukan, namun sasaran lebih diutamakan pada kelompok tertentu seperti ibu rumah tangga.

“Misalnya pelatihan peningkatan keterampilan untuk kebutuhan wirausaha di bidang kuliner atau kerajinan seperti batik jumputan,” katanya.

Pada tahun ini, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja menyelenggarakan 23 jenis pelatihan dengan total kuota 590 peserta atau rata-rata 20 peserta di tiap pelatihan. Pelatihan yang biasanya diminati banyak peserta di antaranya mengemudi mobil, membuat kue dan menjahit.

Sejumlah pelatihan baru pun digelar seperti barista dan airport operation officer untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bandara baru Jogja yang akan beroperasi tahun ini.

Pelatihan keterampilan tersebut juga diberikan kepada penyandang disabilitas yaitu tunarungu dan tunadaksa ringan yaitu pelatihan membatik lanjutan.

Sumber : Antara