Warga 2 Dusun di Gunungkidul Dilatih Tanam Jahe Merah

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
08 Mei 2019 13:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Dusun Trowono A dan Trowono B, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan diajarkan bercocok tanam jahe merah. Program tersebut merupakan program desa vokasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Jahe merah dipilij sebagai komoditas cocok tanam karena manfaatnya dan tingginya permintaan di pasaran.

Kepala SKB Gunungkidul, Suharjiya, menuturkan program desa vokasi ditujukan kepada masyarakat di pedesaan agar melakukan kegiatan budi daya serta memanfaatkan tanah yang kosong. Menurutnya, program tersebut berguna untuk mengembangkan potensi yang ada di desa.

"Selain mengembangkan potensi desa yang punya produk unggul dan mencerdaskan masyarakat," kata Suharjiya, Selasa (7/5/2019) .

Dengan begitu, masyarakat diharapkan mampu membentuk kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan sumber daya di sekitarnya. Dia berharap, kesejahteraan warga dapat lebih baik.

Suharjiya menambahkan, masyarakat yang bisa melakukan budi daya jahe merah harus bisa menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat. Pasalnya, agar program vokasi desa tepat sasaran.

"Kami ingin program ini maksimal dan rencananya akan berlangsung sampai akhir Mei nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan komoditas jahe merah cocok ditanam di Kabupate Gunungkidul lantaran biasanya ditanam di ketinggian 0 sampai 2.000 di atas permukaan laut. Jahe merah ditanam di dalam polybag maupun karung.

"Wadah tanamnya itu," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, tanaman jahe merah dapat ditanamkan asalkan tanahnya banyak mengandung unsur hara. "Jadi tidak perlu tempat yang luas asalkan ada unsur haranya," tandasnya.