Pemilu Serentak Perlu Ditinjau Ulang, Penetapan Aturan Jangan Terlalu Mepet

Peserta memasukkan surat suara ke dalam kotak suara di kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk persiapan Pemilu 2019 di Gedung Taman Budaya Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, Kamis (4/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 Mei 2019 13:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo memberikan catatan evaluasi terhadap gelaran pemilu tahun ini. Diharapkan, gelaran pemilu serentak pileg dan pilpres bisa ditinjau ulang karena membuat banyaknya kejadian human error.

Ketua Bawaslu Kulonprogo, Ria Herlinawati mengatakan setiap akhir proses pemilu harus dilakukan evaluasi. "Evaluasi dilakukan agar ke depannya bisa menemukan format yang tepat untuk pelaksanaan pemilu yang lebih efektif dan berkualitas," ujarnya pada Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, gelaran pemilu tahun ini yang dilakukan secara serentak baik pileg maupun pilpres perlu ditinjau ulang. Ia mengatakan, dengan dilakukan secara serentak, membuat setiap proses pemilu terasa melelahkan.

"Faktor kelelahan penyelenggara pemilu juga sangat berpotensi terhadap human error yang bisa menimbulkan kesalahan tata cara atau prosedur pelaksanaan pemilu," jelasnya.

Kesalahan prosedur dan tata cara pemilu membuat adanya pelanggaran administrasi. Padahal, menurut Ria, pelanggaran apapun harus diantisipasi dan dicegah.

Selain itu, pihaknya mendorong agar ke depan regulasi terkait pemilu bisa disahkan jauh-jauh hari sebelum pencoblosan. "Jangan terlalu mepet dengan pelaksanaan sehingga para penyelenggara pemilu juga bisa lebih optimal dalam menyiapkan proses penyelenggaraan pemilu," ujarnya.

Di Kulonprogo ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kedua TPS tersebut menggelar PSU karena adanya kesalahan tata cara dan prosedur pemungutan suara akibat kelalaian petugas.

Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan, gelaran pemilu tahun ini berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah seperti kurangnya partisipasi dari difabel dan masih ditemukannya kesalahan tata cara pemungutan suara oleh petugas.

"Pelaksanaan pemilu tahun ini berjalan lancar. Sebagaimana di daerah lain, Pemilu 2019 juga diwarnai dengan adanya beberapa penyelenggara pemilu yang sakit setelah pelaksanaan penghitungan suara, meskipun jumlahnya tidak besar. Beberapa diantaranya sudah dalam masa pemulihan," ungkap Ibah.