Posyandu Melati Samigaluh Masuk 6 Terbaik Nasional

Pemeriksaan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) di Posyandu Balita APOKAT 1 Dusun Bangmalang, Pendowoharjo, Sewon, Bantul pada Minggu (20/1/2019) lalu. - Istimewa/Satria Ardhi Nugraha
08 Mei 2019 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SAMIGALUH--Posyandu Melati, di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh yang merupakan perwakilan DIY dalam lomba Posyandu Terbaik se Indonesia tahun 2019 berhasil masuk enam besar.  Posyandu Melati dinilai oleh Tim Verifikasi dari TP. PKK Pusat, perwakilan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Dalam Negeri, pada Selasa (7/5/2019).

Penilaian dimulai dari pemeriksaan buku administrasi oleh tim verifikasi. Setelah itu dilanjutkan peninjauan kegiatan posyandu. Terakhir kegiatan ditutup dengan dialog antara Tim Verifikasi dengan kader-kader posyandu.

Ketua Pokja IV TP PKK Pusat, Laksmi Widiastuti, mengatakan secara umum posyandu di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari keberadan posyandu di hampir seluruh dusun. 

"Dari 20 dusun, 19 sudah punya posyandu, bahkan ada ada Posyandu Lansia yang setiap minggunya melakukan senam lansia, ada pula taman baca yang di dalamnya berisi 1.500 buku bacaan yang bersumber bantuan dari pemerintah daerah serta relawan,” ujar Laksmi. 

Salah satu anggota tim verifikasi perwakilan Kemendagri, Wawan Munawar Kholid mengatakan prinsipnya posyandu di Kulonprogo sudah bagus. Namun terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni kendala akses Sistem Informasi Posyandu. “Hal ini menjadi PR bersama karena di pusat juga belum bisa online,” katanya.

Dia berharap ke depan, perkembangan Posyandu dapat lebih baik dengan ditunjang teknologi. Sehingga masyarakat dapat lebih mudah untuk menikmati layanan posyandu.

GBRAy Paku Alam X yang hadir dalam penilaian tersebut berharap Posyandu Melati di Pagerharjo dapat memperoleh hasil terbaik serta dapat menjadi juara. Keberadaan lomba Posyandu juga diharapkan memicu perkembangan posyandu ke arah yang lebih baik.

"Harapannya masyarakat dapat lebih memahami pentingnya Posyandu, angka stuntingberkurang, kesehatan ibu dan anak dapat terjaga, serta pola hidup sehat mampu diterapkan secara maksimal,” ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menambahkan posyandu di Pagerharjo bukan sekadar Posyandu, karena merupakan komitmen masyarakat untuk membangun kesehatan. Pelayanan menjadi sarana yang strategis, dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Bukan hanya dari segi kesehatan, namun ekonomi, sosial juga pendidikan," kata Hasto.