Hima Dipsos UNY Belajar Proses Pembuatan Koran di Harian Jogja

Hima Dipsos UNY saat mengunjungi redaksi Harian Jogja, Kamis (9/5/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
09 Mei 2019 21:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 30 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Hima Dipsos) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengunjungi kantor Harian Jogja, Kamis (9/5/2019). Para mahasiswa tersebut belajar tentang proses pembuatan berita dari peliputan, editing hingga mencetak menjadi koran.

Dalam pertemuan itu dilakukan diskusi dengan dipandu oleh Redaktur Harian Jogja, Laila Rochmatin. Para mahasiswa banyak bertanya terkait proses pembuatan berita di Harian Jogja. Mulai dari proses peliputan, penentuan berita headline, editing hingga naik ke percetakan.

Ketua Hima Dipsos Basid Elmi Izzaqi menjelaskan kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan berita dengan melihat secara langsung di dapur redaksi. Beberapa mahasiswa yang ikut sudah ada yang pernah mengikuti kegiatan tulis menulis di kampus, hanya saja masih butuh pengetahuan mendalam. Ia berharap dengan diberikan penjelasan langsung dari redaksi, bisa mendapatkan wawasan dalam pembuatan berita.

"Kebetulan yang mengikuti ini semester 2 dan semester 4 yang mereka aktif di Hima Dipsos," terangnya.

Ia mengakui, setelah mendapat penjelasan dan melihat secara langsung dapur redaksi, bisa mendapatkan banyak tambahan pengetahuan terutama wawadan media dan jaringan.

"Kebetulan kami juga ada kegiatan penerbitan buletin seperti mengangkat isu pendidikan. Itu dikerjakan dengan membagi tugas agar berita yang kami terbitkan bisa berimbang. Tentu hasil kunjungan ini akan bermanfaat bagi kami," ujarnya.

Redaktur Harian Jogja Laila Rochmatin dalam kesempatan itu memberikan penjelasan tentang proses pembuatan berita. Mulai dari kegiatan peliputan yang dilakukan reporter di lapangan hingga proses rapat redaksi dan penentuan berita yang layak muat.

"Setelah diedit kemudian berita ditata dalam sebuah halaman, dilayout, diprint kemudian diedit lagi secara manual untuk mengurangi terjadinya kesalahan," ungkap Laila saat memberikan penjelasan kepada mahasiswa.