WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Antonius Sasongko, Ketua RT 36 RW 09,Patehan, Kecamatan Kraton, Jogja sekaligus salah satu anggota dari Tim Kampoeng Cyber, menunjukkan Etalase Bisnis yang baru ia luncurkan, Minggu (12/5)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kampoeng Cyber di RT 36 RW 09 Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Jogja resmi meluncurkan Etalase Bisnis. Laman web itu jadi wadah bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di kampung itu untuk memasarkan produk mereka.
Salah satu Tim Kampoeng Cyber, Antonius Sasongko mengatakan Etalase Bisnis merupakan kerja sama antara Kampoeng Cyber dengan salah satu penyedia web hosting, Niagahoster. Laman itu, kata dia, resmi diluncurkan dengan alamat web www.kampoengcyberdaya.com. “Resmi diluncurkan Jumat [10/5/2019] lalu,” kata pria yang juga Ketua RT 36 RW 09 Kelurahan Patehan tersebut kepada Harianjogja.com, Minggu (12/5/2019).
Melalui Etalase Bisnis, dia dan Tim Kampoeng Cyber berupaya merangkul para pelaku UKM di kampung tersebut agar semakin berkembang. Saat ini, UKM yang dimasukkan ke Etalase Bisnis masih sebatas dari Kampung Cyber, tetapi ke depan dia berencana untuk memasukkan pula UKM di luar dan sekitar kampung.
Dia menegaskan konsep Etalase Bisnis bukan seperti marketplace, karena pengguna tidak bisa bertransaksi di sana. Etalase bisnis sekadar menyediakan galeri berupa foto produk, deskripsi, kisaran harga dan link yang dapat menghubungkan langsung pembeli ke penjual.
Untuk itu para pelaku UKM yang telah terdaftar dalam Etalase Bisnis nantinya akan diberi pelatihan agar bisa mengakses dan mengupdate sendiri etalase mereka masing-masing. “Semisal mau mengganti foto, nambahi teks dan sebagainya, biar mereka bisa sendiri,” katan dia.
Salah satu pelaku UKM yang masuk dalam Etalase Bisnis adalah Kaos Lukis. Pemilik Kaos Lukis, Titik, mengatakan dia dan suaminya telah sekitar empat tahun menekuni usaha ini. Desain Kaos Lukis sangat eksklusif, karena satu desain hanya untuk satu kaos.
Titik mengatakan lama pembuatan tergantung kerumitan desain. Rata-rata dalam seminggu ia bisa menghasilkan tiga kaos. Untuk harga, ia membanderol sekitar Rp130.000-Rp350.000. Sejauh ini, Titik menjual pproduknya dengan membuka toko di rumahnya dan lewat Instagram.
“Kami senang dengan adanya Etalase Bisnis, karena dari situ, orang luar yang belum tahu atau belum pernah datang ke toko, bisa terhubung langsung dengan kami. Cuma sayang webnya masih terlalu berat jadi agak susah dibuka lewat ponsel,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wahyu Redjo Gold & Jewellery buka gerai di Pakuwon Mall Jogja, tawarkan emas transparan, lengkap, dan promo menarik.
Brasil vs Maroko 1-1 di Piala Dunia 2026 Grup C berlangsung sengit di MetLife Stadium, Vinícius Júnior cetak gol penyama.
Rest Area Bromo Safety Initiative di Probolinggo tingkatkan keselamatan wisatawan menuju Bromo dan dorong pariwisata aman berkelanjutan.
Meutya Hafid bantah Komdigi penyebab IG, FB, WhatsApp down saat demo mahasiswa. Gangguan disebut terjadi global.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 14 Juni 2026 jadi pilihan wisata hemat Rp12 ribu menuju Pantai Parangtritis dari Yogyakarta.