Lewat Laman Ini UKM di Patehan Bisa Ngeksis

Antonius Sasongko, Ketua RT 36 RW 09,Patehan, Kecamatan Kraton, Jogja sekaligus salah satu anggota dari Tim Kampoeng Cyber, menunjukkan Etalase Bisnis yang baru ia luncurkan, Minggu (12/5). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
12 Mei 2019 17:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kampoeng Cyber di RT 36 RW 09 Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Jogja resmi meluncurkan Etalase Bisnis. Laman web itu jadi wadah bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di kampung itu untuk memasarkan produk mereka.

Salah satu Tim Kampoeng Cyber, Antonius Sasongko mengatakan Etalase Bisnis merupakan kerja sama antara Kampoeng Cyber dengan salah satu penyedia web hosting, Niagahoster. Laman itu, kata dia, resmi diluncurkan dengan alamat web www.kampoengcyberdaya.com. “Resmi diluncurkan Jumat [10/5/2019] lalu,” kata pria yang juga Ketua RT 36 RW 09 Kelurahan Patehan tersebut kepada Harianjogja.com, Minggu (12/5/2019).

Melalui Etalase Bisnis, dia dan Tim Kampoeng Cyber berupaya merangkul para pelaku UKM di kampung tersebut agar semakin berkembang. Saat ini, UKM yang dimasukkan ke Etalase Bisnis masih sebatas dari Kampung Cyber, tetapi ke depan dia berencana untuk memasukkan pula UKM di luar dan sekitar kampung.

Dia menegaskan konsep Etalase Bisnis bukan seperti marketplace, karena pengguna tidak bisa bertransaksi di sana. Etalase bisnis sekadar menyediakan galeri berupa foto produk, deskripsi, kisaran harga dan link yang dapat menghubungkan langsung pembeli ke penjual.

Untuk itu para pelaku UKM yang telah terdaftar dalam Etalase Bisnis nantinya akan diberi pelatihan agar bisa mengakses dan mengupdate sendiri etalase mereka masing-masing. “Semisal mau mengganti foto, nambahi teks dan sebagainya, biar mereka bisa sendiri,” katan dia.

Salah satu pelaku UKM yang masuk dalam Etalase Bisnis adalah Kaos Lukis. Pemilik Kaos Lukis, Titik, mengatakan dia dan suaminya telah sekitar empat tahun menekuni usaha ini. Desain Kaos Lukis sangat eksklusif, karena satu desain hanya untuk satu kaos.

Titik mengatakan lama pembuatan tergantung kerumitan desain. Rata-rata dalam seminggu ia bisa menghasilkan tiga kaos. Untuk harga, ia membanderol sekitar Rp130.000-Rp350.000. Sejauh ini, Titik menjual pproduknya dengan membuka toko di rumahnya dan lewat Instagram.

Kami senang dengan adanya Etalase Bisnis, karena dari situ, orang luar yang belum tahu atau belum pernah datang ke toko, bisa terhubung langsung dengan kami. Cuma sayang webnya masih terlalu berat jadi agak susah dibuka lewat ponsel,” ucap dia.