Ngamar saat Puasa, 6 Pasangan di Sleman Dirazia, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi Sudah Terpakai

Petugas Satpol PP DIY saat merazia sejumlah pasangan bukan suami istri di sejumlah hotel dan rumah kos di wilayah Sleman, Selasa (14/5/2019). Harian Jogja - Yogi Anugrah
14 Mei 2019 20:47 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak enam pasangan bukan suami istri terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) DIY di sejumlah hotel dan rumah kos di wilayah Sleman, Selasa (14/5/2019).

Kepala seksi penegakan dan penyidikan Satpol PP DIY, Sumantri, mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Gubernur DIY No.6/SE/4/2019, tertanggal 30 april 2019, bahwa Satpol PP DIY sebagai penegak Perda diamanatkan pada bulan ramadan untuk menertibkan, tempat hiburan, kos, hotel, yang dipergunakan tidak dengan semestinya.

“Pada hari ini, razia kami lakukan di dua hotel di daerah Seturan dan Babarsari, dan satu rumah kos di daerah Nologaten yang dari laporan masyarakat dipergunakan untuk hal yang tidak semestinya,” kata dia, Selasa (14/5/2019).

Dari razia yang digelar sejak 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB itu, ia menjelaskan, pihaknya mengamankan enam pasangan yang bukan suami istri dari tiga tempat yang dirazia tersebut.

“Kami juga mengamankan barang bukti beberapa alat kontrasepsi yang sudah digunakan dan belum digunakan,” tambah dia.

Selanjutnya, kata dia, ke enam pasangan tersebut dibawa ke markas Satpol PP DIY untuk di BAP, dan nanti kemudian akan disidangkan.

“Kami pakai Perda DIY No.18/1954 tentang larangan pelacuran di tempat-tempat umum,” kata dia.