Dibangun di Semin, Pabrik Sarung Tangan Ditarget Serap 2.500 Pekerja

Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). - Solopos/ Nicolous Irawan
14 Mei 2019 07:47 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Sebuah pabrik sarung tangan di Dusun Bangunsari, Desa Candirejo, Kecamatan Semin diharapkan mampu memperkerjakan ribuan pekerja asli Kabupaten Gunungkidul. Kawasan yang diperuntukkan untuk perindustrian adalah Kecamatan Semanu dan Kecamatan Semin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Purnamajaya, mengatakan lokasi tersebut berdekatan dengan kecamatan lainnya sehingga perjalanannya tidak terlalu jauh. "Misalkan ada pegawai yang dari Kecamatan Saptosari kan tidak terlalu jauh," ujarnya kepada Harianjogja.com, Senin (13/5/2019).

Lebih lanjut ia menuturkan, pabrik sarung tangan tersebut, ditargetkan dapat menyerap sekitar 2.500 pekerja. Namun demikian, tidak dipungkiri jika ada pelamar yang ingin bekerja di sana tetapi alamatnya jauh mengharuskan mereka untuk cari kos.

Disinggung soal upah yang biasanya menjadi pertimbangan pencari kerja, dia mengatakan, upah yang sudah dibayarkan oleh pabrik adalah UMK. "Selain dari UMK masih bisa dapat dari lemburan dan tunjangan lainnya," ujarnya.

Kasi Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Gunungkidul, Joko Edy Wardoyo, menyatakan jumlah pekerja yang ada di sana sebanyak 30 orang. Menurutnya, jika prospek awal pembukaan pabrik tersebut bagus maka akan diteruskan.

"Induknya yang di Kabupaten Tangerang saja memperkerjakan 4.000 orang. Jadi target ribuan pekerja direkrut secara bertahap," ujarnya.

Dipilihnya Kabupaten Gunungkidul sebagai lokasi pabrik pembuatan sarung tangan karena ongkos produksinya relatif lebih murah dibandingkan dengan yang ada di Tangerang.

Terpisah, Pengelola PT Woneel Midas, Udin, mengatakan perusahaan dengan produk pasar ekspor ini akan resmi beroperasi pada Juni mendatang. Pada tahap awal akan mempekerjakan sekitar 150 tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan beberapa bulan yang lalu.

"Jumlah 150 ini nanti bertambah setelah 30 orang dirasa sudah memahami cara pembuatannya," ujar Udin.