Hasil UNBK Jeblok, Dikmen Gunungkidul Panggil Kepala Sekolah

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
14 Mei 2019 16:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK telah diumumkan. Meski nilai rata-rata untuk beberapa mata pelajaran meningkat jika dibandingkan dengan nilai pada 2018, Kabupaten Gunungkidul tetap menempati peringkat terbawah di DIY. Jebloknya nilai rata-rata siswa ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan UNBK 2020.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Gunungkidul, Sangkin, mengatakan meskipun persentase kelulusannya mencapai 100%, nilai rata-rata untuk jurusan IPA dan IPS masih tetap sama dengan tahun lalu. "Nilai rata-rata jurusan IPS adalah 56,10 dan IPA 60,80," ujar Sangkin, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, hasil UNBK tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyelengaraan UNBK pada 2020 agar peringkat Kabupaten Gunungkidul tidak lagi di posisi paling buncit. Dalam waktu dekat Dikmen Gunungkidul bakal mengumpulkan kepala sekolah guna mencari tahu penyebab jebloknya nilai rata-rata siswa di Bumi Handayani. "Setelah Lebaran kami bakal menggelar pertemuan untuk membahas persoalan ini," kata dia.

Meski untuk tingkat kelulusan IPA dan IPS Gunungkidul berada di peringkat paling bawah, Kabupaten Gunungkidul berhasil mencetak prestasi dengan adanya siswi SMK Negeri 1 Wonosari jurusan Akuntansi yang meraih nilai tertinggi ujian nasional. "Untuk siswi bernama Virdiana Inggried Marwanti mampu bersaing dengan siswi dari kabupaten lain. Sedangkan hasil UNBK SMK, kami ada di urutan keempat se-DIY," katanya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik, mengungkapkan merosotnya nilai rata-rata UNBK siswa di Bumi Handayani perlu mendapat perhatian serius baik dari Pemerintah Pusat maupun daerah. Ia juga menyoroti kemampuan para pendidik yang belum maksimal. Dia mendesak kemampuan guru terus ditingkatkan. "Itu menjadi salah satu faktor agar peringkat Gunungkidul berubah," katanya.