Penetapan Raperda Kepanewon di Bantul Ditunda

Wakil Ketua DPRD Bantul, Nur Subiantoro ketika ditemui awak media usai acara rapat Paripurna pada Selasa (14/5/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
15 Mei 2019 04:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST 16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Selasa (14/5/2019) pukul 13.00 WIB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengadakan rapat Paripurna yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga seluruh anggota DPRD dan juga dihadiri oleh Bupati Bantul, Suharsono dan juga Sekertaris Daerah, Helmi Jamharis.

Rapat kali ini membahas tentang laporan Panitia Khusus (Pansus) dan pengambilan keputusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Bantul.

Pada pembahasan tiga Pansus salah satunya belum selesai dan masih dalam proses eksekusi dan membutuhkan waktu tambahan. Pansus tersebut adalah pembentukan organisasi Kapanewon yang diusulkan dalam Propemperda 2019.

“Rapat kali ini membahas tigas Pansus, yang dua Pansus sudah selesai dan berhasil sedangkan untuk Pansus II terkait tentang pembentukan dan susunan organisasi Kapanewon, kami masih meminta waktu tambahan pada pembahasan Raperda tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Bantul Nur Subiantoro, ketika ditemui Harianjogja.com usai acara.

Menurutnya, penundaan tersebut terjadi karena masih diperlukan pembahasan lebih lanjut terkait perubahan nama dari Kecamatan menjadi Kapanewon. Sesuai dengan kesepakatan, hal tersebut akan kembali dibahas pada tanggal 22 Mei hingga 29 Mei.

Sedangkan menurut Sekda Bantul, Helmi Jamharis, perubahan sebutan nama tersebut tidak akan berpengaruh pada kinerja OPD maupun perangkat lainnya.

“Jadi meskipun Perdanya ditetapkan tahun ini tapi pelaksanaannya dimungkinkan setahun mendatang. Sehingga efektivitas waktu kami usulkan hari ini [pada rapat Paripurna]. Kalau pengusulan jadwal kita usulkan dalam waktu dekat ini disela-sela kesibukan yang lainnya,” kata Helmi.