Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Desa Bugel, Panjatan, Sukarman, membongkar tanaman cabai di lahannya di Desa Bugel, Senin (11/2/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Saat musim hujan di awal tahun lalu, komoditas cabai mengalami keterpurukan harga serta kualitas yang kurang bagus. Kini, setelah sebulan terakhir hujan hilang, kualitas cabai diperkirakan akan membaik lagi.
Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Sukarman, mengungkapkan kualitas cabai di musim kemarau akan lebih bagus dibanding saat musim hujan. Ia mengatakan saat musim hujan, kualitas tanaman cabai dipengaruhi banyaknya organisme pengganggu tanaman (OPT).
“Saat hujan biasanya kadar airnya tinggi dan mudah terserang jamur. Kualitas cabai jadi kurang bagus,” ujarnya, Rabu (15/5/2019). Ia menjelaskan biasanya saat musim hujan, OPT yang menyerang yaitu patek. Petani cabai di pesisir selatan saat ini memasuki masa panen cabai setelah penanaman dilakukan pada Maret lalu.
“Meskipun masih rendah harganya tetapi lebih baik dibanding Januari lalu,” kata Sukarman. Kualitas cabai juga lebih baik dibanding pada Januari saat musim hujan. Petani cabai pesisir selatan akan mulai memasuki musim tanam berikutnya pada Agustus.
Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Jayeng Purwadi memaparkan kualitas tanaman cabai akan jelek apabila terlalu banyak kadar air. Begitu juga hasil saat panen cabai di awal tahun lalu yang dianggap tidak begitu bagus.
Kualitas cabai akan lebih bagus apabila masuk musim kemarau atau tidak ada lagi hujan. Untuk mengatasi permasalahan di saat musim hujan, sebenarnya Disperpangan sudah memberikan bantuan pengering.
Bantuan itu diberikan pada setiap gabungan kelompok tani. Data Disperpangan mencatat pada tahun lalu, jumlah produksi cabai mencapai sekitar 19.000 ton. Lalu produktivitasnya di kisaran sembilan sampai 10 ton per hektarenya.
Untuk harga dibanding awal tahun, harga cabai di tingkat petani kini mulai lebih baik sepanjang tahun ini. Harga cabai di tingkat petani sekarang ini di kisaran Rp13.000 per kilogram setelah awal tahun di rentang harga Rp3.500 per kilogram.
Sukarman menuturkan harga tertinggi cabai pernah didapat pada dua tahun silam. Harganya bisa sampai Rp100.000 per kilogram. Setelah itu, harga cabai semakin jatuh disebabkan permintaan dari Jakarta dan Sumatra yang juga berkurang. Di Jakarta lebih mengandalkan stok dari daerah lain bahkan dari impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.