Masyarakat Kembali Diingatkan Bahaya Hoaks

Ilustrasi hoaks. - JIBI
17 Mei 2019 10:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pasca pemilu 2019, peredaran informasi tidak benar atau hoaks masih ditemukan. Melihat fenomena ini masyarakat dituntut bijak dalam menerima informasi, agar tidak menjadi salah satu penyebar hoaks.

"Jangan gampang percaya, jangan mudah meyakini berita yang belum terbukti kebenarannya, kita jangan sampai menjadi agen hoaks," kata Komandan Kodim 0731 Kulonprogo, Letkol Inf Dodit Susanto, saat mengisi kegiatan komunikasi sosial dengan dengan aparat pemerintah di gedung kaca kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (16/5/2019).

Dodit mengatakan hoaks merupakan musuh bersama. Jika dulu bangsa Indonesia berperang melawan penjajah, saat ini peperangan itu adalah menghadapi informasi yang tidak benar.

Menurutnya semua masyarakat memiliki potensi penyebar hoaks. Sebab teknologi di era sekarang mengalami kemajuan yang pesat. Walhasil hampir tidak ada orang yang gagap teknologi. "Tapi di sisi lain ini jadi ancaman timbulnya hoaks, isu-isu propaganda muncul," ujarnya.

Untuk menghadapi itu semua, perlu adanya sinergitas antara TNI, Polri dan jajaran pemerintah Kulonprogo. Menurutnya memerangi Hoaks saat ini sudah seperti bentuk bela negara. "Jangan salah artikan bela negara itu harus angkat senjata, itu mungkin dulu karena kita dijajah, sekarang bela negara itu dengan melawan informasi yang tidak benar," ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini mengatakan di era globalisasi seperti sekarang, informasi mudah menyebar. Sebagai pejabat, ibarat bekerja di ruang kaca yang jika diartikan berarti dapat dilihat orang lain. "Kalau dulu mungkin tidak bisa, tapi sekarang, pejabat itu bekerja di ruang kaca, maia harus bijak dalam menunaikan tugasnya," ucap Hasto.

Hasto berharap lewat kegiatan ini mampu mempererat komunikasi antara pemerintah kabupaten Kulonprogo dengan Kodim 0731. Diharapkan pula dari kegiatan itu mampu menelurkan solusi pemersatu bangsa pasca Pemilu 2019 lalu.