Selama Ramadan, Penjualan Lele Melonjak

Ikan lele yang dijual oleh Priyadi, salah satu pedagang di Pasar Bantu, Kamis (23/5). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
23 Mei 2019 21:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Selama Ramadan, permintaan ikan lele di pasar Bantul meningkat tajam hingga lima kali lipat ketimbang hari biasa.

Priyadi, salah satu pedagang ikan di Pasar Bantul mengatakan selama bulan puasa tahun ini penjualan ikan lele bisa mencapai 10 kuintal per hari. Padahal untuk hari biasa (di luar Ramadan), lele yang berhasil ia jual hanya sekitar satu hingga dua kuintal per hari. “Tapi itu banyak juga yg beli untuk dijual lagi, seperti penjual makanan lesehan dan juga depot makanan,” katanya ketika ditemui Harian Jogja, Kamis (23/5/2019).

Tingginya permintaan, menurut dia, jadi salah satu penyebab naiknya harga ikan bernama asing catfish itu. Priyadi menjelaskan harga lele kini naik dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp21.500 per kilogram.

Sedangkan di Pasar Bantul, Priyadi mengatakan pasaran harga lele berada sekitar Rp23.000 per kilogram hingga Rp25.000 per kilogram. “Kualitas lele di sini memang bagus. Jadi kalau Ramadan begini pasti kebanyakan yang beli dari para penjual makanan. Kami ngambil [mendatangkan lele] dari Boyolali,” ucap Priyadi.

Menurut dia alasan meningkatnya permintaan lantaran kualitas lele yang kini kian bagus. “Lele yang ini [dari Boyolali] kalau digoreng dagingnya nggak kempis, kalau mengambil langsung dari Jogja atau pun Bantul kualitas lelenya kurang bagus,” kata Priyadi.

Dia juga mengatakan permintaan ikan lele akan lebih meningkat lagi saat mendekati Hari Raya Idulfitri. Menjelang Lebaran, kata dia, penjual ikan lele rerata bahkan bisa menjual hingga satu ton per hari. “Kalau Lebaran bisa naik lagi permintaannya, bisa sampai satu ton per hari,” katanya.