Limbah Tambang Bisa Diolah Ramah Lingkungan, Namanya Backfilling
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Ikan lele yang dijual oleh Priyadi, salah satu pedagang di Pasar Bantu, Kamis (23/5)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Selama Ramadan, permintaan ikan lele di pasar Bantul meningkat tajam hingga lima kali lipat ketimbang hari biasa.
Priyadi, salah satu pedagang ikan di Pasar Bantul mengatakan selama bulan puasa tahun ini penjualan ikan lele bisa mencapai 10 kuintal per hari. Padahal untuk hari biasa (di luar Ramadan), lele yang berhasil ia jual hanya sekitar satu hingga dua kuintal per hari. “Tapi itu banyak juga yg beli untuk dijual lagi, seperti penjual makanan lesehan dan juga depot makanan,” katanya ketika ditemui Harian Jogja, Kamis (23/5/2019).
Tingginya permintaan, menurut dia, jadi salah satu penyebab naiknya harga ikan bernama asing catfish itu. Priyadi menjelaskan harga lele kini naik dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp21.500 per kilogram.
Sedangkan di Pasar Bantul, Priyadi mengatakan pasaran harga lele berada sekitar Rp23.000 per kilogram hingga Rp25.000 per kilogram. “Kualitas lele di sini memang bagus. Jadi kalau Ramadan begini pasti kebanyakan yang beli dari para penjual makanan. Kami ngambil [mendatangkan lele] dari Boyolali,” ucap Priyadi.
Menurut dia alasan meningkatnya permintaan lantaran kualitas lele yang kini kian bagus. “Lele yang ini [dari Boyolali] kalau digoreng dagingnya nggak kempis, kalau mengambil langsung dari Jogja atau pun Bantul kualitas lelenya kurang bagus,” kata Priyadi.
Dia juga mengatakan permintaan ikan lele akan lebih meningkat lagi saat mendekati Hari Raya Idulfitri. Menjelang Lebaran, kata dia, penjual ikan lele rerata bahkan bisa menjual hingga satu ton per hari. “Kalau Lebaran bisa naik lagi permintaannya, bisa sampai satu ton per hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.