PPDB 2019 : Pendaftar Kelas Olahraga di Jogja Membludak Melebihi Kuota

Ilustrasi PPDB. - JIBI
25 Mei 2019 23:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jumlah siswa yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 Kelas Khusus Olahraga (KKO) di Kota Jogja mencapai 43 pendaftar, terhitung 21 Mei 2019. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang kuota yang disediakan, sebanyak 34 orang.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santosa, mengungkapkan PPDB KKO di Kota Jogja dilangsungkan di SMPN 13 Jogja. PPDB dijadwalkan dilaksanakan hingga Rabu (29/5/2019) mendatang, sehingga diperkirakan jumlah pendaftar masih terus bertambah.

Dalam PPDB 2019/2020, bakat olahraga yang difokuskan adalah atletik, bola voli, sepak bola, panahan, taekwondo, pencak silat dan tenis meja. Dilihat dari prestasi yang dimiliki oleh para pendaftar, terlihat ada tiga jenis cabang olahraga terbanyak.

"Sepak bola, bulu tangkis, voli. Itu urutannya dari yang terbanyak," ujarnya, Sabtu (25/5/2019).

Budi menambahkan, hanya warga Kota Jogja yang bisa mendaftar sebagai calon siswa KKO di SMPN 13 Jogja.

Mereka yang ingin mendaftar, menyerahkan syarat kelengkapan administrasi serta dibuktikan dengan berbagai piagam penghargaan atau kejuaraan dari kompetisi olahraga yang sudah diikuti. Seleksi bakat keolahragaan dilaksanakan pada 15 Juni 2019 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Selain prestasi di bidang olahraga, nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga dipertimbangkan saat seleksi. Dengan persentase 40% bakat olahraga, 35% prestasi olahraga yang sudah diraih serta 25% nilai USBN.

"PPDB KKO ini untuk mencari bakat unggul anak-anak yang akan menjadi tulang punggung atlet Kota Jogja. Kalau pun mereka pindah sekolah [non-KKO di Kota Jogja], akan ada surat pernyataan kalau ketika mereka bertanding, mereka akan tetap membawa nama Kota Jogja [tidak menjadi atlet daerah lain]," tuturnya.

Sejumlah siswa yang berasal dari KKO SMPN 13 Jogja sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional. Misalnya Prima Wisnu, atlet panahan yang meraih emas di Sea Games 2017. Lalu ada Gayuh Satrio, atlet catur paragames yang menyumbang emas di Asian Paragames 2018.

"Ada beberapa atlet yang masuk ke PSIM dan masuk seleksi U16 timnas sepak bola," kata dia.