2019, Ada 25 Desa di Sleman Terima Bantuan Pamsimas

Ilustrasi dua orang petani di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menanam padi, belum lama ini. Banyaknya sumber air membuat petani di wilayah Ponjong bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. - Harian Jogja/David Kurniawan
25 Mei 2019 07:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Di 2019 ini, sebanyak 25 Desa di Sleman bakal merasakan air bersih melalui proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Sunarto mengatakan 25 desa yang mendapat alokasi Pamsimas berasal dua jenis pendanaan, yakni  5 desa dananya bersumber dari APBD Kabupaten Sleman, sedangkan sisanya 20 desa dari APBN.

Lebih jauh, ia mengatakan, sebaran lokasi yang bersumber dari APBD yakni Desa Donokerto, Hargobinangun, Purwobinangun, Bimomartani dan Girikerto.

Sedangkan yang berasal dari APBN meliputi Desa Sendangrejo, Sendangmulyo, Wukirsari, Sumberarum, Pondokrejo,  Sendangsari, Sumberrejo, Merdikorejo, Mororejo, Tambakrejo, Banyurejo, Kalitirto,Tirtomartani, Caturharjo, Margoluwih, Pandawaharjo, Sukoharjo, Umbulmartani, Wedomartani dan Widodomartani.

“Pada 2017 ada 5 desa yang mendapat bantuan proyek pamsimas, dan 2018, ada 15 desa, jadi nanti total akan ada 40 desa,” ucap dia.

Selain dana APBD dan APBN, kata dia, tiap desa yang mendapat bantuan diharuskan menganggarkan untuk Pamsimas dari pos APBDes dan juga dari Kelompok Masyarakat dengan estimasi proporsi dari APBD/APBN sebesar 70 persen, APBDes 10 persen dan dari kelompok masyarakat sebesar 20 persen.

“Karena memang kriteria desa penerima harus sanggup menyediakan anggaran 10 persen dari APBDes dan warganya pun sanggup menyediakan 20 persen, kesanggupkan tersebut dibuktikan dengan surat minat dan proposal dari desa,” ucap dia.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengatakan, air merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berupaya membangun fasilitas air bersih sehingga seluruh masyarakat bisa mendapatkan air yang memenuhi standart kesehatan.

Ia juga mengapresasi program Pamsimas, karena program tersebut masyarakat tidak semata-mata menjadi objek pembangunan, melainkan ikut serta menjadi subjek dalam proses pembangunan.

"Dalam Pamsimas masyarakat diajak secara langsung dimulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pemeliharaan sarana kedepannya," kata dia, beberapa waktu lalu, saat meresmikan program Pamsimas di Desa Candibinangun.