PPDB 2019: Balai Dikmen Gunungkidul Buka Posko Pelayanan

Petugas Balai Dikmen Kota Jogja (kanan) memverifikasi data pemohon SKTM, Senin (25/6/2018). - Harian Jogja/Sunartono
27 Mei 2019 14:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul membuka posko pelayanan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Posko dibuka selama tiga hari mulai Senin (27/5/2019) sampai besok Rabu (29/5/2019).

Kepala Balai Dikmen Gunungkidul, Sangkin, mengatakan posko dibuka untuk melayani rekomendasi bagi wali murid pemilik surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang mendaftar lewat jalur zonasi. "Kami hanya memberi rekomendasi untuk mendaftarkan ke SMA atau SMK berdasarkan rekomendasi Dinas Sosial [Dinsos] Gunungkidul," ucap Sangkin, Senin.

Sangkin menjelaskan yang mencari rekomendasi adalah murid yang berada di sekitar lokasi zonasi sekolah. Selebihnya, sistem yang menentukan siswa tersebut sesuai hasil nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Dikatakan Sangkin, kuota untuk pemegang SKTM untuk mendaftar SMA/SMK sebesar 20% dari daya tampung setiap sekolah. "Misalnya SMA Negeri 1 Wonosari daya tampungnya 250 siswa, maka kuota untuk pemegang SKTM sebesar 20% dari daya tampung atau sekitar 50 orang siswa," kata dia.

Ia menyebutkan sistem zonasi terbagi menjadi empat jenis zonasi yaitu zonasi 1,2,3, dan 4. Zonasi 3 adalah kelurahan atau desa di wilayah DIY atau perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah yang telah bekerjasama dengan Pemda DIY yang tidak termasuk ke dalam zonasi 1 dan 2. Sedangkan zonasi 4 ialah kelurahan/desa di luar DIY yang tidak ada hubungan kerja sama. "Zonasi satu dan dua yang ada di Gunungkidul jumlah sekolahnya berbeda tiap kecamatan tergantung kondisi wilayahnya," katanya.

Salah seorang pemegang SKTM asal Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Sujiyah, berniat mendaftarkan putranya ke SMK Negeri 1 Ponjong. Sebelumnya ia sudah mendapat SKTM dari Dinsos Gunungkidul. "Kemarin saat mengurus SKTM saya membawa syarat-syaratnya seperti foto kopi KTP, kartu keluarga [KK], akta kelahiran, dan kartu keluarga sejahtera [KKS]," ujar Sujiyah. Setelah menunjukkan SKTM ia mendapat nomor rekomendasi untuk mendaftar ke SMK. "Pendaftarannya mulai 24 sampai 26 Juni 2019," katanya.