Advertisement
Polisi: Wisatawan Jangan Sedikit-Sedikit Gunakan Google Maps
Sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (29/12/2018) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Masa mudik Lebaran 2019 sudah dimulai. Tak hanya dilintasi pemudik, DIY bakal dijejali oleh wisatawan.
Oleh sebab itu, guna meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengimbau para pemudik atau wisatawan yang masuk ke wilayah DIY agar tidak terlampau mengandalkan aplikasi google maps atau aplikasi petunjuk arah lainnya. Pasalnya hal itu justru bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor, bahkan tak jarang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Advertisement
“Karena rawan juga aplikasi seperti ini, karena biasanya aplikasi akan mencari jalan yang pintas, padahal jalan tersebut tidak laik dilewati oleh kendaraan atau terlalu berbahaya,” ucap dia, Selasa (28/5/2019).
Dia mencontohkan di wilayah Wonosari, Gunungkidul beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas lantaran pengendara kendaraan bermotor menggunakan aplikasi petunjuk arah. Melalui aplikasi itu, pengendara diarahkan ke jalan pintas yang sempit dan menanjak curam. “Kami sudah sering mengimbau agar jangan menggunakan aplikasi petunjuk arah pada saat-saat tertentu,” ucap dia.
BACA JUGA
Selain itu masih ada pula jalur Cinomati, Kecamatan Pleret, Bantul. Tak jarang wisatawan yang hendak menuju beberapa objek wisata di Bantul selatan, oleh aplikasi google maps diarahkan melalui jalur tersebut. "Padahal jika tak biasa melalui jalur itu [Cinomati], bisa sangat berbahaya," ucap dia.
Untuk itu, polisi sudah memasang papan penanda di beberapa titik untuk mengarahkan kendaraan melewati jalur alternatif. Selain itu, polisi juga sudah mendirikan pos-pos dan petugas yang berjaga di titik strategis dan rawan kecelakaan lalu lintas. “Untuk ruas-ruas jalan yang saat ini sedang dalam perbaikan, kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rekayasa lalu lintas,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Dorong Peran Baru Indonesia-Jepang di Tengah Geopolitik Dunia
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Advertisement
Advertisement





