Cegah Pak Ogah, Dinpar Gunungkidul Gandeng Linmas

Arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Baron. Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
30 Mei 2019 17:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Menjelang libur Lebaran 2019, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul bekerja sama dengan Perlindungan Masyarakat (Linmas) berupaya mencegah kehadiran pak ogah alias pengatur jalan ilegal di jalur menuju wisata. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Kepala Dinpar Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan, pada saat musim liburan kehadiran pak ogah di jalur menuju wisata akan semakin marak. Biasanya, kata dia, mereka beroperasi di jalan yang naik turun dan kondisi jalan yang menikung. “Di satu sisi bisa membantu karena bisa memperlancar arus lalu lintas. Tapi di sisi lain mereka juga meresahkan karena meminta imbalan dengan cara memaksa,” kata Asti kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).

Untuk mengantisipasi kehadiran pak ogah, Dinpar bekerja sama dengan linmas. Rencananya anggota linmas ditempatkan di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat mangkal pak ogah. “Linmas membantu mengatur lalu lintas sehingga tidak ada lagi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab,” kata Asti. Dia berharap kerja sama dengan linmas bisa menghapus keberadaan pak ogah yang selama ini sering meresahkan para pengunjung.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan jajarannya berkomitmen membantu Pemkab dalam upaya pengamanan dan kelancaran selama libur Lebaran. Untuk kelancaran arus di sekitar kawasan pantai, selain mendirikan beberapa pos pemantauan, Polres menerapkan kebijakan satu arah menuju ke Pantai Baron dan sekitarnya. “Jalur searah kami terapkan agar tidak terjadi kepadatan arus kendaraan karena dengan kebijakan ini potensi macet langsung bisa diurai,” katanya.

Menurut dia, teknis penerapan satu jalur ini yakni rute masuk ke pantai akan melalui pos pintu masuk di TPR Baron dan JJLS. Untuk keluar sudah disiapkan jalur di area TPR di wilayah Kecamatan Tepus. “Teknisnya pengunjung masuk dari TPR Baron atau JJLS langsung menuju ke lokasi wisata dengan bergerak ke arah timur. Di dalam pelaksanaannya akan terus kami pantau sehingga tidak ada kemacetan di jalur-jalur wisata,” katanya.