Di Kulonprogo, Haedar Nasir Ingatkan Puasa sebagai Revolusi Rohani

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat memberikan tropi juara kepada pemenang lomba takbir keliling di Alun-Alun Wates, Kulonprogo, Rabu (5/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
05 Juni 2019 10:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo beserta ratusan warga Kulonprogo maupun pemudik melaksanakan Salat Idulfitri 1440 Hijriah di Alun-Alun Wates, Rabu (5/6/2019).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir ditunjuk menjadi imam dan penceramah Salat Id di alun-alun kebanggaan warga Kulonprogo itu yang memang rutin dilaksanakan tiap tahunnya.

Haedar Nashir dalam kotbahnya mengatakan puasa menjadikan orang beriman menjadi orang yang bertakwa. “Pertanyaannya adalah apa yang membekas selama ibadah satu bulan dan puasa,” tanya Haedar Nashir kepada jemaah Salat Id di Alun-Alun Wates, Rabu.

Dia mengatakan hal yang perlu diperhatikan setelah puasa Ramadan dan Idulfitri adalah bagaimana merefleksikan takwa ke dalam tingkah laku. Takwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Haedar mengatakan puasa yang dilakukan setiap muslim merupakan revolusi rohani guna membangkitkan hal hal yang positif di dalam diri manusia. Orang bertakwa akan senantiasa meninggalkan perilaku yang salah dan buruk.

Isu hoaks juga disinggung oleh Haedar dalam kotbahnya yang berlangsung kurang lebih 20 menit itu. Dalam sebuah kebebasan diperlukan akhlak mulia. Dalam kehidupan sosial termasuk dalam medsos banyak ujaran yang membawa hoaks atau dusta yang kasar dan keras yang dapat menimbulkan kebencian ketika ingin mengaktualisasi takwa dalam kehidupan sehari hari.

Setelah Salat Id, Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo berkesempatan untuk memberikan tropi hadiah kepada pemenang lomba takbir keliling yang dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kulonprogo yang dilaksanakan pada Selasa (4/6/2019) malam.