Ubur-Ubur Sengat Ratusan Orang di Parangtritis-Depok

Ilustrasi ubur-ubur - Harian Jogja
08 Juni 2019 08:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Data Tim Pencarian dan Pertolongan SAR Bantul mencatat 106 orang tersengat ubur-ubur di Pantai Parangtritis dan Pantai Depok Bantul selama Senin (3/6/2019) sampai Kamis (6/6/2019).

Rinciannya, selama masa Lebaran itu sebanyak 80 wisatawan tersengat ubur-ubur di Parangtritis dan 26 orang tersengat di Depok. Pantai yang berlokasi di sebelah barat Parangtritis.

Koordinator SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto mengatakan pada Selasa (4/6/2019) ada beberapa korban yang mengalami sesak napas dan dibawa ke Rumah Sakit Rachma Husada Bantul.

“Sengatan ubur-ubur tersebut memang tidak terlalu membahayakan bagi korban, akan tetapi bagian perut korban terasa panas. Bagi yang tidak kuat atau punya riwayat sesak napas bisa berakibat kambuh,” ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Ali mengatakan pengobatan terhadap korban sengatan ubur-ubur dilakukan dengan cara mengoles minyak untuk meredakan panas dan menyuruh korban untuk istirahat beberapa waktu. Obat tersebut disediakan sukarelawan SAR di posko SAR.

Pada Jumat (7/6/2019) sampai petang tidak ada laporan sengatan ubur-ubur. “Ini karena cuacanya yang tidak ada angin dan tidak dingin. Biasanya [ubur-ubur] itu keluar ke permukaan laut kalau ada sinar Matahari dan ada angin,” kata Ali.

Ali menjelaskan kondisi alam yang cenderung mendung atau langit tertutup awan ini menjadi penyebab hewan itu tidak naik ke permukaan. Kondisi ini berbeda dengan hari sebelumnya Kamis (6/6/2019) yang panas, namun berhembus angin dingin.