Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan jatah air bersih. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat hingga saat ini ada dua kecamatan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih yakni Kecamatan Girisubo dan Paliyan. Saat ini kedua wilayah tersebut sudah mendapatkan bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan memasuki musim kemarau krisis air sudah terjadi di Kecamatan Girisubo dan Paliyan. Hal ini terlihat dari permohonan resmi dropping air yang masuk ke Kantor BPBD Gunungkidul.
Menurut dia, setelah ada permohonan tim dropping air langsung menyalurkan bantuan ke dua wilayah yang mengalami kekeringan. “Bantuan sudah kami kirim sebelum Lebaran, tepatnya empat hari sebelum perayaan Idulfitri,” katanya kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).
Edy menjelaskan hingga saat ini jumlah wilayah yang meminta bantuan air bersih masih belum banyak. Meski demikian, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya pada saat mendekati puncak musim kemarau jumlah permintaan diprediksi terus bertambah. “Kami memiliki banyak wilayah kecamatan yang menjadi langganan krisisi air. Selain Girisubo, ada juga Tepus, Rongkop, Panggang, Purwosari, Patuk hingga wilayah Semin,” katanya.
Menurut dia, untuk bantuan air bersih tahun ini BPBD Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta. Adapun armada yang diterjunkan untuk penyaluran sebanyak tujuh unit truk tangki pengangkut air. “Kami siapkan tujuh unit truk tangki, tapi yang beroperasi penuh hanya enam karena satu unit dijadikan cadangan,” katanya.
Edy menambahkan bantuan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD karena tim dari kecamtan juga melakukan hal yang sama. Selain itu pihak swasta juga banyak berpartisipasi dalam memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. “Koordinasi pasti ada. Hal ini dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih sehingga ada pemerataan di masyarakat yang mengalami krisis air,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya. Menurut dia jajarannya berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul terkait dengan penyaluran bantuan air bersih. “Sudah dikomunikasikan dan hasilnya BPBD menangani krisis air yang melanda di Desa Nglindur, Karangawen, Jepitu dan Balong. Sedangkan empat desa lainnya yakni Songbanyu, Pucung, Tileng dan Jerukwudel ditangani tim dari kecamatan,” kata Arif.
Dia menjelaskan Kecamatan Girisubo merupakan salah satu wilayah yang menjadi langganan krisis air saat kemarau. Hal ini tak lepas dari minimnya sumber air di wilayah pesisir ini sehingga warga banyak memaanfaatkan sisa air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Warga banyak memiliki bak penampungan air hujan, tapi cadangan yang dimiliki tidak banyak sehingga sering beli dari pedagang air swasta atau menunggu bantuan dari pemerintah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.