Ribuan Warga Antre Ingin Salaman dengan Sultan, 4.000 Porsi Makanan Tak Cukup

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyalami warga satu per satu saat open house syawalan Lebaran 2019 di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (10/6/2019) - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
10 Juni 2019 18:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat memanfaatkan momentum open house syawalan untuk bersalaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan, Senin (10/6/2019). Tingginya antusiasme warga yang datang, melebihi open house yang digelar tahun lalu.

Dari pantauan Harianjogja.com, masyarakat yang hadir berasal dari berbagai daerah. Mereka datang sejak pagi menggunakan kendaraan umum seperti bus, minibus dan kendaraan pribadi. Padahal acara bersalaman dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X beserta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas serta Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dan Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAyA) Paku Alam X dalam acara Open House Syawalan di Pendopo Kompleks Kepatihan baru dimulai pukul 09.00 WIB.

Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Pemda DIY, para ASN, dan rektor dan jajaran perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta juga turut hadir. Jika tahun lalu kegiatan Open House selesai pukul 11.00 WIB, namun pada tahun ini baru selesai pukul 12.00 WIB. "Ya, panitia menyediakan 4.000 porsi. Tapi karena jumlahnya lebih banyak yang datang kemungkinan ditambah," kata Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Imam Pratanadi, di sela-sela kegiatan.

Sejumlah menu disediakan selama acara open house berlangsung. Mulai soto ayam, nasi liwet, bakmi rebus atau goreng, aneka jenang dan minuman. Setiap tamu yang hadir menikmati jamuan usai bersalam-salaman. "Open house ini ajang silaturahmi Sri Sultan dan Paku Alam dengan rakyatnya. Jamuan ini kami harapkan dapat dinikmati bersama usai bersalam-salaman," kata Sekda DIY, Gatot Saptadi.

Setelah ini, kata Gatot, Gubernur dan Wakil Gubernur akan mengunjungi masyarakat bersama jajaran pemerintah di kabupaten/kota. Kegiatannya hampir sama dengan open house yang digelar di Kepatihan. "Tujuaannya, agar warga bisa semakin dekat dengan pimpinan di DIY.

Ahadi, 51, warga Bantul mengaku rela mengantri untuk bisa bersalaman dengan Sri Sultan. Menurutnya Sultan bukan hanya seorang gubernur, tetapi Raja Ngayogyakarta yang sangat dikagumi. "Jadi minimal setahun sekali bertemu Raja, saya senang sekali. Setahun sekali saya ke sini (open house) bersama keluarga," ujarnya usai bersalaman dengan Sultan.