Kunjungan Turis Asing ke Jogja Menurun

Ilustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
11 Juni 2019 04:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke DIY pada April mengalami penurunan, dibanding bulan sebelumnya ataupun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Johanes De Britto Priyono mengatakan pada April 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY melalui pintu masuk Adi Sutjipto mencapai 9.980 kunjungan atau turun 6,05% dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan sebelumnya yang berjumlah 10.623 kunjungan.

Persentase penurunan juga terjadi apabila dibandingkan dengan April 2018, yaitu dengan penurunan sebesar 12,72%. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara juga terlihat pada periode Januari hingga April 2019 jika dibandingkan dengan periode Januari hingga April 2018 yaitu sebesar 21,69%.

“Secara umum, pola kedatangan wisatawan mancanegara ke DIY selama empat bulan terakhir pada 2018 dan 2019 cenderung sama. Tingkat kedatangan wisatawan mancanegara merangkak naik dari anuari hingga Maret dan mengalami penurunan pada April. Pola yang cenderung berbeda terjadi pada 2017. Pada April 2017 terjadi kenaikan jumlah wisatawan mancanegara apabila dibandingkan dengan Maret 2017,” ucap Priyono, Senin (10/6/2019).

Sepuluh negara asal wisatawan mancanegara yang mendominasi kunjungan ke DIstiY pada periode Januari hingga April 2019 yaitu Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, Perancis, India, Jepang, Inggris, dan Australia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari sepuluh negara tersebut mencapai 79,20% jumlah seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY selama Januari hingga April 2019.

Dari sepuluh besar negara dengan tingkat kunjungan terbanyak tersebut, sebagian mengalami penurunan tingkat kunjungan. Penurunan paling besar berasal dari Singapura sebesar 23,44%, diikuti oleh Malaysia dan Jepang dengan penurunan berturut-turut sebesar 14,35% dan 12,29%. Meski begitu, kunjungan wisatawan dari beberapa negara mengalami kenaikan, seperti dari Perancis dan Inggris, dengan kenaikan berturut-turut sebesar 97,35% dan 44,65%.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan penurunan kunjungan wisman tersebut memang terjadi dan tentu berimbas pada pelaku wisata. Ia menduga ada beberapa faktor penyebabnya.

“Untuk Januari Februari memang low season sana musim dingin. Maret April mendekati masa Pemilu. Itu otomatis menunggu gimana, kalau kerusuhan otomatis akan tidak jadi ke Jogja,” ucap Udhi.

Selain itu juga beberapa kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia, dalam waktu terakhir sedikit banyak mempengaruhi kunjungan wisman ke Jogja.