Iran Ubah Doktrin Militer, Kini Siap Balas Serangan Musuh
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, JOGJA--Pekan depan, hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur bibit unggul untuk SMP Negeri di Kota Jogja tahun ajaran 2019/2020 akan diumumkan.
“Selama sepekan ini, akan dilakukan seleksi nilai untuk penerimaan peserta didik baru jalur bibit unggul dan hasilnya diumumkan pada 18 Juni 2019,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja, Budhi Ashrori, Kamis (13/6/2019).
Menurut dia, seleksi penerimaan peserta didik baru jalur bibit unggul yang baru dibuka untuk pertama kalinya pada tahun ini akan didasarkan pada nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD yang sudah diumumkan secara resmi pada Rabu (12/6/2019).
“Kami akan ‘input’ nilai USBN dari setiap calon siswa yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi bibit unggul,” ujarnya.
Siswa yang memiliki kesempatan untuk mendaftar melalui jalur bibit unggul adalah siswa warga Kota Jogja yang diusulkan oleh SD yang ada di wilayah tersebut. Pemilihan usulan siswa dilakukan berdasarkan nilai rapor untuk lima mata pelajaran yaitu Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS sejak kelas 4-6.
Dinas Pendidikan Kota Jogja menerima sebanyak 725 siswa yang diusulkan mendaftar melalui jalur bibit unggul, namun tidak semuanya memanfaatkan kesempatan tersebut karena hanya 705 siswa yang melakukan pendaftaran secara online melalui laman yogya.siap-ppdb.com.
Calon siswa yang mendaftar penerimaan peserta didik baru jalur bibit unggul tersebut akan bersaing memperebutkan 346 kursi yang disiapkan dengan sebaran kuota yang berbeda-beda dari 16 SMP negeri di Kota Jogja.
Namun, dari 16 SMP Negeri di Kota Jogja, tidak semuanya diminati calon siswa bahkan ada satu SMP yang sama sekali tidak diminati calon siswa dan beberapa SMP lain memiliki peminat kurang dari lima siswa.
SMP negeri yang menjadi favorit calon siswa jalur bibit unggul adalah SMP Negeri 5, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 2 masing-masing dengan jumlah pendaftar 175 siswa, 160 siswa, 95 siswa, dan 72 siswa. Kuota di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 8 Yogyakarta masing-masing 32 siswa.
“Ada beberapa siswa yang mengundurkan diri karena merasa percaya diri mendaftar melalui jalur zonasi atau jalur lain,” kata Budhi.
Jika masih ada sisa kuota, maka akan diberikan untuk menambah kuota dari jalur prestasi yang memiliki kuota minimal 40 persen.
Siswa yang sudah dinyatakan diterima dari jalur bibit unggul harus melakukan pendaftaran ulang karena tidak lagi diperolehkan mendaftar melalui jalur lain. Sedangkan siswa yang tidak lolos seleksi masih bisa mendaftar melalui jalur lain seperti jalur prestasi maupun zonasi jarak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.