Bambang Wisnu Broto Santai Dijuluki Kepala Dinas yang Galak

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto - Harian Jogja/David Kurniawan
17 Juni 2019 14:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengakui organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipegang merupakan instansi yang besar. Pasalnya, pada saat penataan struktur keorganisasian, dinas ini merupakan gabungan dari empat dinas berbeda.

Menurut dia, gemuknya organisasi yang ada menjadi hambatan karena pegawainya memiliki karakter yang berbeda-beda. “Ini yang jadi tantangan bagaimana bisa menyatukan karena DPP merupakan gabungan dari empat instansi yang berbeda,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6/2019).

Di awal pembentukan di 2017, Bambang mengaku tertantang untuk bisa memimpin OPD yang besar ini. Disiplin tinggi dan terus menjalin komunikasi menjadi kunci dalam menyatukan visi misi antarpegawai. “Saya harus semangat untuk bisa menyatukan empat dinas yang berbeda. Saking semangatnya di awal-awal penggabungan saya sempat dijuluki sebagai kepala dinas yang galak karena terlihat keras dan terus mengadakan rapat koordinasi,” katanya.

Meski demikian, pandangan miring ini tak membuatnya patah arang. Ia menganggap para pegawai belum saling mengerti terkait dengan karakter yang dimiliki. “Buktinya sekarang sudah saling mengerti dan anggapan kepala dinas yang galak sudah hilang. Hubungan dengan pegawai juga cair tanpa ada masalah,” katanya.

Bambang mengatakan salah satu keberhasilan dalam kinerja dapat dilihat dari kekompakan dalam penanganan kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul. Menurut dia, penanganan sudah optimal karena tidak sampai menimbulkan keresahan di masyarakat. “Ini hanya salah satu contoh dan masih banyak keberhasilan di bidang yang lain,” katanya. Ke depan Bambang terus berkomitmen dalam upaya peningkatan kinerja sehingga kualitas layanan kepada masyarkat dapat dimaksimalkan.