Kali Serang Surut, Warga Berbondong-bondong Mencari Ikan

Warga di Dusun Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Wates sedang mencari ikan saat air Sungai Serang surut pada Senin (17 - 6).
17 Juni 2019 22:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Warga Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Wates berbondong-bondong ke Sungai Serang untuk mencari ikan saat air sungai surut.

Air sungai surut karena musim kemarau dan karena tanggul-tanggul penopang banjir akan diperbaiki. Salah satu warga Bendungan Kidul yang mencari ikan, Joko Sumpeno, mengatakan surutnya Sungai Serang sangat jarang ia temui.

“Tiap musim kemarau pun tidak mesti surut,” kata dia, Senin (17/6).

Menurut dia,  akan ada perbaikan pada tanggul-tanggul yang jebol saat banjir Maret lalu, sehingga Sungai Serang diatur untuk surut. Bendung Pekik Jamal yang mengarah ke muara sungai dibuka sehingga debit air berkurang.

Ketika air sungai surut, warga berbondong-bondong ke sungai mencari ikan.  “Lumayan, bisa dapat ikan sekilo, ada ikan nilem, bayeman,” tuturnya.

Ada sekitar 100-an warga yang ikut mencari ikan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut mencari ikan sekaligus juga bermain. “Yang jelas, masyarakat senang,” ungkap Joko.

Warga Dusun Bendungan Kidul lainnya, Ngatiyo mengaku dari sekitar pukul 10.00 WIB ia pergi ke sungai mencari ikan. Menurutnya, hampir semuanya yang turun ke sungai merupakan warga Bendungan Kidul.

Hasil tangkapan warga per orang bisa dapat setengah atau satu kilogram. “Hasilnya ini nanti hanya untuk lauk di rumah,” ucap Ngatiyo.

Menurut dia, saat sungai surut, ikan gampang dicari. Ada beberapa orang yang menggunakan jaring, ada juga yang menggunakan serok.

Sebelumnya, tanggul-tanggul di Bendungan Kidul jebol karena tidak sanggup menahan tingginya debit air pada Maret lalu. Jebolnya tanggul tersebut membuat banjir menimpa tidak hanya Dusun Bendungan Kidul, tapi juga desa dan kecamatan lainnya.