Ribuan Siswa Kelas V SD di DIY Akan Diimunisasi Agustus Nanti

Ilustrasi imunisasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Juni 2019 22:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY berencana menggelar program imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk siswi kelas V sekolah dasar (SD) di seluruh wilayah DIY pada Agustus nanti.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastuti, mengatakan program tersebut dilakukan untuk menekan angka penyakit kanker serviks yang cukup tinggi. Berdasarkan prevalensi penyakit tidak menular, penyakit kanker di DIY mencapai 4,9% dari rata-rata nasional 1,8%. "Kanker serviks angkanya di DIY posisinya masih tinggi. Dengan program HPV angkanya akan kami turunkan," katanya, Selasa (18/6).

Ia menyatakan imunisasi HPV ini sebagai langkah pemerintah untuk mencegah kanker serviks pada perempuan agar kualitas generasi yang akan datang menjadi lebih baik. "Kami ingin menjaga kualitas generasi mendatang jauh lebih baik. Jangan sampai generasi mendatang banyak yang terkena kanker serviks," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2018, penyakit kanker serviks masih menjadi beban bagi masyarakat Indonesia. Kasus ini terhitung tinggi karena setiap hari tercatat 58 kasus baru dan 26 orang meninggal karena kanker serviks. Bahkan, tingkat kematian dalam lima tahun terakhir Indonesia itu tertinggi untuk kanker serviks.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit P2P Dinkes DIY, Berty Murtiningsih, menambahkan program tersebut sebelumnya sudah dilakukan di dua kabupaten di DIY yakni Kulonprogo dan Gunungkidul pada 2017. Tahun ini program yang sama diterapkan di empat kabupaten dan satu kota di DIY. "Kami mulai lakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan untuk pemberian vaksinasi HPV," katanya.

Jika anak-anak sejak dini diberikan vaksinasi HPV diharapkan ke depan mereka bisa terhindar dari kanker serviks. Dia menjamin tidak ada efek samping dari pemberian vaksinasi tersebut. Dia juga menepis adanya anggapan pemberian vaksinasi HPV bisa berdampak pada kemandulan. "Ini untuk proteksi bagi anak-anak perempuan agar saat dewasa nanti bisa terhindar dari kanker serviks. Tidak ada efek sampingnya," kata Berty.

Dia menjelaskan pemberian vaksin tersebut untuk tahun ini akan diberikan bagi seluruh siswi kelas V SD. Untuk tahun depan, pemberian vaksin yang sama juga diberikan saat mereka duduk di kelas VI. Hal yang sama juga dilakukan di mana ada sekitar 8.000 siswi kelas V dari Gunungkidul dan Kulonprogo yang divaksinasi pada 2017 kemudian dilanjutkan pada 2018 bagi siswa yang sama. "Pemberian HPV harus dilakukan dua kali. Kalau satu kali tidak optimal. Ini sesuai prosedur," katanya.

Berty mengatakan vaksin HPV ini sangat mahal. Tarif normalnya antara Rp750.000 hingga Rp1 juta untuk sekali suntik. Jika dilakukan dua kali maka biayanya antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Namun dengan program tersebut, maka harganya dapat diminimalkan sehingga anak-anak di DIY bisa mendapatkan imuniasasi. "DIY menjadi sasaran pemberian imunisasi karena angka kejadian kanker serviks tinggi sehingga dapat diperjuangkan untuk mendapatkan imunisasi ini," katanya.