Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY berencana menggelar program imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk siswi kelas V sekolah dasar (SD) di seluruh wilayah DIY pada Agustus nanti.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastuti, mengatakan program tersebut dilakukan untuk menekan angka penyakit kanker serviks yang cukup tinggi. Berdasarkan prevalensi penyakit tidak menular, penyakit kanker di DIY mencapai 4,9% dari rata-rata nasional 1,8%. "Kanker serviks angkanya di DIY posisinya masih tinggi. Dengan program HPV angkanya akan kami turunkan," katanya, Selasa (18/6).
Ia menyatakan imunisasi HPV ini sebagai langkah pemerintah untuk mencegah kanker serviks pada perempuan agar kualitas generasi yang akan datang menjadi lebih baik. "Kami ingin menjaga kualitas generasi mendatang jauh lebih baik. Jangan sampai generasi mendatang banyak yang terkena kanker serviks," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2018, penyakit kanker serviks masih menjadi beban bagi masyarakat Indonesia. Kasus ini terhitung tinggi karena setiap hari tercatat 58 kasus baru dan 26 orang meninggal karena kanker serviks. Bahkan, tingkat kematian dalam lima tahun terakhir Indonesia itu tertinggi untuk kanker serviks.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit P2P Dinkes DIY, Berty Murtiningsih, menambahkan program tersebut sebelumnya sudah dilakukan di dua kabupaten di DIY yakni Kulonprogo dan Gunungkidul pada 2017. Tahun ini program yang sama diterapkan di empat kabupaten dan satu kota di DIY. "Kami mulai lakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan untuk pemberian vaksinasi HPV," katanya.
Jika anak-anak sejak dini diberikan vaksinasi HPV diharapkan ke depan mereka bisa terhindar dari kanker serviks. Dia menjamin tidak ada efek samping dari pemberian vaksinasi tersebut. Dia juga menepis adanya anggapan pemberian vaksinasi HPV bisa berdampak pada kemandulan. "Ini untuk proteksi bagi anak-anak perempuan agar saat dewasa nanti bisa terhindar dari kanker serviks. Tidak ada efek sampingnya," kata Berty.
Dia menjelaskan pemberian vaksin tersebut untuk tahun ini akan diberikan bagi seluruh siswi kelas V SD. Untuk tahun depan, pemberian vaksin yang sama juga diberikan saat mereka duduk di kelas VI. Hal yang sama juga dilakukan di mana ada sekitar 8.000 siswi kelas V dari Gunungkidul dan Kulonprogo yang divaksinasi pada 2017 kemudian dilanjutkan pada 2018 bagi siswa yang sama. "Pemberian HPV harus dilakukan dua kali. Kalau satu kali tidak optimal. Ini sesuai prosedur," katanya.
Berty mengatakan vaksin HPV ini sangat mahal. Tarif normalnya antara Rp750.000 hingga Rp1 juta untuk sekali suntik. Jika dilakukan dua kali maka biayanya antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Namun dengan program tersebut, maka harganya dapat diminimalkan sehingga anak-anak di DIY bisa mendapatkan imuniasasi. "DIY menjadi sasaran pemberian imunisasi karena angka kejadian kanker serviks tinggi sehingga dapat diperjuangkan untuk mendapatkan imunisasi ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli