Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kondisi terkini Waduk Sermo, di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (21/6/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Musim kemarau yang melanda Kulonprogo sejak beberapa bulan terakhir mulai berdampak kepada lingkungan sekitar. Salah satunya, terjadi penurunan tingkat elevasi atau ketinggian air di Waduk Sermo, Kecamatan Kokap.
Berdasarkan data Monitoring Level Muka Air Pengelola Waduk Sermo, tingkat elevasi pada awal Juni 2019 berkisar 132 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Ketinggian air terus menurun, hingga saat ini berada di angka 131,13 Mdpl.
Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo, mengatakan penurunan ini disebabkan karena rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang mulai melanda kawasan waduk sejak dua bulan belakangan. Meski sebenarnya sempat turun hujan pada 14-16 Juni, dikatakan Novika, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan elevasi air di waduk seluas 157 hektare itu.
"Memang sempat hujan selama tiga hari, tapi tidak ada perubahan berarti," kata Novika kepada awak media, Jumat (21/6/2019).
Penurunan tingkat elevasi otomatis mengubah volume air di Waduk Sermo. Rata-rata batas tinggi normal air di waduk itu berada di angka 136 Mdpl dengan volume air sebesar 20 juta meter kubik. Sedangkan saat ini dengan ketinggian 131,13 Mdpl, volume menyusut drastis menjadi 11,5 juta meter kubik.
Kendati begitu, Novika memastikan jika fenomena ini tidak akan memengaruhi suplai air ke sejumlah daerah irigasi. Berdasarkan hasil rapat rutin pihaknya per 15 hari, suplai air ke DI Pengasih tetap berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan air hingga 800 liter per detik.
"Saat ini kebutuhan air 800 liter per detik, dan saluran sudah kami buka. Itu nanti akan dievaluasi 15 hari ke depan. Apakah sudah cukup atau belum untuk menentukan kami kecilkan atau tingkatkan," ujarnya.
Normalnya, kebutuhan air DI Pengasih hanya berkisar antara 300 sampai 500 liter per detik. Namun karena untuk membantu suplai air petani di wilayah DI Papah guna keperluan Masa Tanam (MT) kedua, maka suplai air diperbesar menjadi 800 liter per detik. "Nanti sebagian kami alirkan ke DI Papah," ucapnya.
Novika meyakini, selama elevasi air belum mencapai 124 meter kubik di batas bawah normal, Waduk Sermo tidak akan kekurangan air untuk memenuhi suplai ke DI. Dia juga memastikan, saat ini elevasi air di waduk itu masih dalam kondisi normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harga BBM dunia melonjak akibat konflik Iran, permintaan mobil listrik di Eropa naik drastis dan ubah pasar otomotif global.