Kemarau, Air Waduk Sermo Mulai Menyusut

Kondisi terkini Waduk Sermo, di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 Juni 2019 20:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Musim kemarau yang melanda Kulonprogo sejak beberapa bulan terakhir mulai berdampak kepada lingkungan sekitar. Salah satunya, terjadi penurunan tingkat elevasi atau ketinggian air di Waduk Sermo, Kecamatan Kokap.

Berdasarkan data Monitoring Level Muka Air Pengelola Waduk Sermo, tingkat elevasi pada awal Juni 2019 berkisar 132 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Ketinggian air terus menurun, hingga saat ini berada di angka 131,13 Mdpl.

Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo, mengatakan penurunan ini disebabkan karena rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang mulai melanda kawasan waduk sejak dua bulan belakangan. Meski sebenarnya sempat turun hujan pada 14-16 Juni, dikatakan Novika, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan elevasi air di waduk seluas 157 hektare itu.

"Memang sempat hujan selama tiga hari, tapi tidak ada perubahan berarti," kata Novika kepada awak media, Jumat (21/6/2019).

Penurunan tingkat elevasi otomatis mengubah volume air di Waduk Sermo. Rata-rata batas tinggi normal air di waduk itu berada di angka 136 Mdpl dengan volume air sebesar 20 juta meter kubik. Sedangkan saat ini dengan ketinggian 131,13 Mdpl, volume menyusut drastis menjadi 11,5 juta meter kubik.

Kendati begitu, Novika memastikan jika fenomena ini tidak akan memengaruhi suplai air ke sejumlah daerah irigasi. Berdasarkan hasil rapat rutin pihaknya per 15 hari, suplai air ke DI Pengasih tetap berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan air hingga 800 liter per detik.

"Saat ini kebutuhan air 800 liter per detik, dan saluran sudah kami buka. Itu nanti akan dievaluasi 15 hari ke depan. Apakah sudah cukup atau belum untuk menentukan kami kecilkan atau tingkatkan," ujarnya.

Normalnya, kebutuhan air DI Pengasih hanya berkisar antara 300 sampai 500 liter per detik. Namun karena untuk membantu suplai air petani di wilayah DI Papah guna keperluan Masa Tanam (MT) kedua, maka suplai air diperbesar menjadi 800 liter per detik. "Nanti sebagian kami alirkan ke DI Papah," ucapnya.

Novika meyakini, selama elevasi air belum mencapai 124 meter kubik di batas bawah normal, Waduk Sermo tidak akan kekurangan air untuk memenuhi suplai ke DI. Dia juga memastikan, saat ini elevasi air di waduk itu masih dalam kondisi normal.