Agar Sektor Pariwisata Bisa Jadi Sumber Kehidupan, 15 Pemandu Wisata di Kulonprogo Diberi Pelatihan

Petugas SRI Wilayah V Kulonprogo berjaga di Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (6/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
22 Juni 2019 10:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOPROGO—Sebanyak 15 pemandu wisata di Kulonprogo diberi pelatihan dan sertifikasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia (LSP Pramindo).

Anggota DPD HPI DIY, Isnani Fajri mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan para pemandu wisata di Kulonprogo. Menurut dia, pemandu wisata merupakan ujung tombak dari pengembangan wisata di daerah.

Pelatihan itu digelar di Rumah Wisata Rompok Boro Dukuh, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang dari Selasa (18/6/2019) sampai Sabtu (22/6/2019). Pelatihan akan dilanjut pekan berikutnya dari Senin (24/6/2019) sampai Kamis (27/6/2019).

Tiap peserta memperoleh materi terkait dengan tugasnya dalam mengenalkan objek wisata di Kulonprogo. “Pelatihan ini digelar supaya warga tidak hanya jadi penonton dalam pengembangan wisata, tetapi menjadi pelaku dan memahami daerahnya sendiri. Dampak sosialnya, mereka dapat menggerakkan warga masyarakatnya hidup di sektor pariwisata,” tutur Isnani, Jumat (21/6/2019).

Dia mengharapkan peserta yang sudah mendapatkan sertifikat bisa lebih mengembangkan potensi wisata yang ada di Kulonprogo. “Tidak hanya untuk destinasi wisata di satu tempat saja, tapi akan berdampak sosial,” ujar Isnani.

Isnani menuturkan berbagai narasumber mulai dari unsur pemerintah, media, akademisi, komunitas dan praktisi didatangkan. Harapan dari pelatihan dan sertifikasi tersebut yaitu terbentuknya pemandu wisata yang kompeten dan profesional. “Bisa memahami daerahnya,” ucap Isnani.