Ribuan Ternak Diberi Vaksin Anti Antraks

Ilustrasi. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
25 Juni 2019 18:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, KARANGMOJO--Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai memberikan vaksin terhadap ternak milik masyarakat di Kecamatan Karangmojo dan Wonosari. Vaksin ini akan diberikan ke 839 ekor sapi, 1.582 ekor kambing, dan 30 ekor domba.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pemberian vaksin ini untuk mencegah penyebaran penyakit antraks terhadap hewan ternak. Total vaksin yang disediakan mencapai 5.000 dosis. Adapun penyuntikan anti bodi ini dilaksanakan mulai Selasa (25/6/2019).

“Satu dosis vaksin bisa untuk dua ekor ternak. Jadi dengan persediaan yang ada bisa memberikan vaksin untuk 10.000 ekor ternak,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Dia menjelaskan, cakupan pemberian vaksin terbagi dalam zona merah dan kuning. Untuk zona merah meliputi Dusun Grogol 1,2,3,4,5 di Desa Bejiharjo, Karangmojo. Zona merah ini juga berlaku untuk desa di wilayah Wonosari yang berbatasan Grogol 4, yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar 3 di Desa Karangtengah. “Untuk zona merah ada 389 ekor sapi, 928 ekor kambing dan sepuluh ekor domba yang diberikan vaksin, katanya.

Sementara itu, zona kuning ada 450 ekor sapi, 924 ekor kambing dan 20 ekor domba. Adapun zona ini meliputi Dusun Grogol 2, Gunungsari, Banyubening 1 dan 2, Kulwo dan Kedung I di Desa Bejiharjo. Sedang untuk dusun di wilayah Kecamatan Wonosari meliputi Dusun Budengan 1 dan 2 di Desa Piyaman, serta di Dusun Selang 2, Desa Wonosari. “Jika ditotal di dua zona ini akan ada 839 ekor sapi, 1582 ekor kambing dan 30 ekor domba yang diberi vaksin,” kata Bambang.

Menurut dia, vaksin untuk pencegahan antraks akan diberikan secara berkala selama sepuluh tahun. Setiap tahunnya, hewan ternak ini akan diberikan vaksin sebanyak dua kali. “Vaksin yang diberikan sekarang ini merupakan yang pertama dan nanti akan ada pemberian vaksin lanjutan,” kata Bambang.

Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, sebelum pemberian vaksin, ribuan ternak terlebih dahulu diberikan suntikan anti biotik. Pemberian suntikan ini untuk memastikan kondisi ternak sehat sehingga saat divaksin tidak terkena efek samping.

“Ya kalau ternak tidak sehat divaksin, maka hewan ternak bisa mati. Jadi, sebelum vaksin diberikan, kami sudah menyosialisasikan tentang efek samping vaksin ke masyarkat,” katanya.