Agar Tak Cemari Laguna Trisik, Petambak Udang Diminta Buat IPAL Sederhana

Anggota Kelompok Budi Daya Bandeng Jaya dan sebuah ekskavator sedang menimbun bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
25 Juni 2019 18:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo mendorong pengelola tambak udang untuk membuat tempat pembuangan limbah. Hal ini terkait kasus matinya ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur beberapa waktu lalu. 

Tempat ini bekonsep seperti IPAL, tapi dengan bentuk yang lebih sederhana. Nantinya limbah tambak udang yang sebelumnya dibuang ke laguna akan dialihkan ke IPAL tersebut.

"Kami akan dorong kelompok [tambak udang] untuk membuat IPAL sederhana, agar limbah tidak dibuang ke laguna," kata Sudarna, Selasa (25/6/2019).

Sudarna tak secara terang-terangan menuding limbah tambak udang sebagai dalang utama matinya ribuan ikan di Laguna Trisik. Menurutnya ada faktor lain, yakni musim kemarau. Terik matahari kala musim kemarau mengakibatkan air laguna menjadi panas dan volumenya berkurang. Ditambah, tipisnya sedimentasi dasar laguna, berupa lumpur membuat air di sana menjadi cepat keruh.

"Ini yang kemudian membuat ikan-ikan mati," ujarnya.

Sayangnya, faktor alam itu diperparah dengan aktivitas pembuangan limbah tambak udang. Meski limbah turut membawa pakan udang yang bisa dikonsumsi ikan, tapi dampak jangka panjangnya berbahaya bagi kelangsungan hidup mahluk hidup di laguna. Pasalnya limbah itu kian memekatkan air laguna yang sebelumnya telah keruh akibat tipisnya sedimentasi.

Oleh karena itu, langkah membuat IPAL sebagai upaya antisipasi jangka panjang sangat diperlukan. Petambak lanjutnya juga perlu memahami tata kelola budidaya termasuk pembuangan limbah yang berwawasan lingkungan.

Ketua Kelompok Tambak Udang Fanami Trisik Jaya, Supoyo menyatakan pihaknya tetap akan beraktivitas seperti biasa. Dengan kata lain, limbah bakal tetap dibuang ke laguna, setidaknya sampai ada solusi konkrit dari pemerintah.

"Hingga sekarang, pengolahan limbah ini belum ada solusi yang jelas. Memang ada penyuluhan, hanya saja penyuluhan itu mengarahkan limbah dibuang ke muara, bukan di laguna, tapi sementara ini kami tetap buang limbah ke laguna," katanya.

Menurutnya limbah tambak udang justru bermanfaat bagi ikan di laguna. Sebab sisa pakan udang yang ikut terbuang akan menjadi santapan ikan. "Ikan jadi cepet besar dan Itu tidak dipermasalahkan masyarakat," ucap Supoyo.