Distan DIY Sebut Banjir Stok Ayam dari Luar Daerah Jadi Penyebab Harga Anjlok

Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
26 Juni 2019 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pertanian (Distan) DIY menilai anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak bukan hanya terjadi di DIY. Dalam waktu dekat, Distan akan mengundang para peternak untuk menyikapi permasalahan tersebut.

"Sebenarnya ini problem semua daerah, tidak hanya di DIY tetapi juga di Jawa Timur, Jawa Tengah," kata Kepala Distan DIY Sasongko kepada Harianjogja.com, Selasa (25/6/2019).

Menurut Sasongko, produksi ayam di wilayah DIY sebenarnya ideal. Hanya saja, karena di luar DIY ada over kapasitas produksi ayam wilayah DIY hanya terkena imbas dari masalah tersebut. DIY kebanjiran ayam yang dimasukkan dari luar daerah. "Terutama dari wilayah Jatim dan Jateng. DIY hanya kena imbasnya," kata Sasongko.

Untuk mengatasi permasalahan over kapasitas tersebut, hal itu menjadi kewenangan dari pusat. Adapun untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan para peternak. Karena menurutnya, masalah harga merupakan wewenang dari Disperindag.

"Ada kemungkinan peternak juga menurunkan harga saat panen. Ini dilihat dari penyerapan di pasaran. Itu harusnya tidak boleh dilakukan," katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Sasongko, memang ada pertemuan harga akan dinaikan secara bertahap hingga mencapai harga ideal (HPP). "Disepakati akan menaikkan harga secara bertahap dan berkala sehingga sesuai dengan harga Permendag nya. Kami akan undang mereka untuk langkah kedepan seperti apa," ujar Sasongko.

Menurutnya, protes yang dilakukan Apayo dengan cara membagikan ayam hidup kepada warga lebih tepat ditujukan untuk Disnas yang menangani (Disperindag) atau Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Dalam Negeri. "Itu ranah Disperindag, tapi kami memahami protes tersebut," katanya.

Oleh karena itu, agar para peternak tidak merugi, Sasongko menyarankan agar peternak menunda dulu penjualan ayam yang siap panen. Kemudian perusahaan besar yang bisa menampung bisa mengolah daging ayam tersebut sebelum dilepas kepasaran secara pelan-pelan. "Bukan sekaligus. Agar harga secara bertahap juga bisa naik," katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dalam Negeri (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto berdasarkan pantauan di lapangan harga daging ayam di tingkat pedagang antara Rp30.000 hingga Rp32.000 perkg. Harga daging ayam broiler tersebut sebetulnya harga normal karena masih di bawah harga acuan Rp34.000 perkg.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) Hari Wibowo mengatakan aksi bagi-bagi ayam tersebut merupakan bentuk protes yang dilakukan para peternak. Alasannya, selama 10 bulan terakhir harga ayam di tingkat peternak terus mengalami penurunan.

"Banyak petani yang merugi, tidak sedikit jumlahnya. Bahkan dari 400 orang anggota kami sudah banyak yang beralih usaha karena tidak kuat. Dari 200 orang yang bertahan, sekitar 20 persen yang tutup," katanya.