Jika Objek Wisata Hanya Sediakan Spot Selfie, Wisatawan Tidak Akan Kembali

Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). - Harian Jogja/ Gigih M. Hanafi
29 Juni 2019 07:37 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Semakin berkembangnya destinasi wisata di luar DIY membuat kunjungan wisatawan semakin terpecah. Untuk tetap bisa bersaing, destinasi wisata DIY perlu memperkaya atraksi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengatakan hal ini tercermin pada masa libur Lebaran. Ia mengungkapkan pada libur Lebaran ada beberapa destinasi yang mengalami kenaikan kunjungan wisatawan dan ada yang mengalami penurunan. Hal ini terkait dengan tren para wisatawan yang datang ke DIY.

"Tren ini maksudnya soal atraksi di setiap destinasi wisata. Kalau lokasi wisata hanya menyediakan spot selfie tanpa ada penambahan atraksi, maka wisatawan tidak akan kembali lagi. Ini yang perlu didorong bagaimana wisatawan itu pingin datang lagi dan lagi," tutur dia kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (27/6/2019).

Ia mengungkapkan kenaikan kunjungan wisata juga tidak signifikan. Dibandingkan tahun lalu, jumlah wisatawan hanya naik sekitar 5%. Kenaikan yang tidak begitu banyak ini dipicu beberapa hal. Selain perubahan tren, juga dipengaruhi faktor mahalnya tiket pesawata dan maraknya pengembangan destinasi di luar DIY.

"Ini yang harus kita ambil strategi, bagaimana kita bidik pangsa pasar yang tepat. Untuk kunjungan domestik memang masih bagus. Daya tarik DIY masih tinggi," kata dia.

Singgih mengungkapkan sektor pariwisata menyumbang lebih dari Rp7 miliar selama masa libur Lebaran. "Jumlah libur setelah Lebaran tahun ini lebih sedikit dari tahun lalu. Tahun lalu kalau tidak salah enam hari, tahun ini empat hari. Ini juga pengaruh," jelas dia.

Ia menyebutkan Kota Jogja masih menjadi penyumbang PAD terbanyak. Dan destinasi wisata paling banyak dikunjungi masih berada di Parangtritis.