Baru Satu Kabupaten Berstatus Darurat Kekeringan, BPBD Anggap DIY Masih Aman

Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Selasa (4/9 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
02 Juli 2019 08:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dari total empat kabupaten di DIY yang mengalami kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau, baru Gunungkidul yang sudah resmi berstatus darurat kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana membenarkan sejauh ini baru Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang sudah menetapkan status darurat bencana kekeringan."Yang sudan menetapkan Kab Gunungkidul. Hal itu berdasarkan Keputusan Bupati No.153/KPTS/2019 tertanggal 9 Mei 2019 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (1/7/2019).

Kendati sudah ada satu daerah yang menetapkan status bencana kekeringan, BPBD DIY menilai hal itu belum menjadi syarat jika status yang sama ditetapkan oleh Pemda DIY. Pasalnya kebutuhan air bersih masih bisa ditangani dengan baik. "Untuk DIY [penetapan status bencana kekeringan] belum perlu dilakukan Pemda DIY," katanya.

Sejauh ini, kata dia, Pemda DIY juga sudah menginventarisasi titik-titik yang diperkirakan memerlukan pengedropan air bersih. Inventarisasi dilakukan berdasarkan data tahun lalu ataupun kondisi saat ini.

“Permintaan [dropping] air bersih sudah terjadi sejak sebulan lalu baik untuk wilayah Gunungkidul maupun Bantul,” kata dia.

Berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan berturut-turut oleh BMKG DIY per 30 Juni, kata Biwara, beberapa titik di wilayah Bantul, Gunungkidul dan Sleman mengalami kekeringan yang cukup ekstrem.

Di Bantul, kekeringan ekstrim dirasakan di Kasihan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Pandak, Bantul, Sewon, Banguntapan dan Piyungan. Sementara di Gunungkidul, kekeringan ekstrem dirasakan di Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu, dan Tepus.

“Di wilayah Kulonprogo, kekeringan ekstrem terdeteksi di wilayah Panjatan dan di wilayah Sleman di kecamatan Tempel. Umumnya yang rawan kekeringan berada di daerah perbukitan," kata Biwara.