Habiskan Rp160 Juta, Program Pakan Monyet Gunungkidul Tak Efektif
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Penandatanganan kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Gunungkidul dan DPRD Gunungkidul tentang APBD 2019 di kantor DPRD Gunungkidul, Rabu (21/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mulai menyusun draf APBD Perubahan 2019. Pembahasan dengan DPRD ditargetkan rampung pada awal Agustus.
Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunungkidul Saptoyo mengatakan setelah pengesahan Raperda tentang Laporan Pertanggungjawaban APBD 2018, pihaknya langsung menyusun APBD Perubahan 2019. Hasil dari pembahasan Perda tentang LPJ itu dijadikan dasar dalam penyusunan.
Untuk saat ini, kata Saptoyo, TAPD sedang menyelesaikan draf Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) perubahan. Rencananya draf ini dikonsultasikan ke Pemda DIY untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan selanjutnya dalam penyusunan APBD Perubahan.
“Draf RKPD akan difasilitasi oleh provinsi pada 8 Juli mendatang,” kata Kepala Badang Keuangan dan Aset Daerah ini.
Saptoyo mengatakan TAPD akan menyelesaikan APBD Perubahan 2019 pada pekan pertama Agustus. Guna mencapai target ini, Pemkab sudah berkoordinasi dengan DPRD Gunungkidul berkaitan dengan agenda penyusunan KUA-PPAS Perubahan 2019 dan rencana pembahasan Raperda APBD Perubahan 2019. “Sudah ada jadwalnya dan targetnya pekan pertama Agustus sudah diketok,” katanya.
Saptoyo menambahkan rencana materi pembahasan di APBD 2019 adalah untuk memfasilitasi dana anggaran hasil sisa perhitungan lebih di APBD 2018. Menurut dia, hasil sisa anggaran sebesar Rp225 miliar akan digunakan dalam program kegiatan dalam perubahan. “Banyak poinnya dan paling penting digunakan untuk membiayai program kegiatan yang mendesak,” ungkap dia.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Supriyadi mengharapkan proses penyusunan draf APBD Perubahan 2019 bisa dipercepat agar segera dibahas
Supriyadi menegaskan, meski anggota DPRD telah memasuki masa purna tugas, mereka berkomitmen menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan 2019. “Paling penting diselesaikan dulu penyusunannya. Jika sudah, maka Dewan siap membahas dengan catatan ada penyerahan dokumen [KUA-PPAS dan draf Rapeda APBD Perubahan] terlebih dahulu. Sebab tanpa ada dokumennya, tidak bisa dibahas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa
PLN memastikan blackout Batam-Bintan telah ditangani. Penyebab gangguan masih diselidiki, sementara kompensasi pelanggan mengacu pada aturan.
Stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton setelah Indonesia swasembada dan mulai ekspor. Pemerintah menyiapkan 100 gudang tambahan.
UI GreenMetric menyiapkan pemeringkatan keberlanjutan seluruh kabupaten dan kota serta perusahaan di Indonesia, dengan hasil diumumkan Desember 2026.