Ini yang Dilakukan Sutedjo di Hari Pertama Menggantikan Hasto Wardoyo

Hasto Wardoyo (tengah) bersama Sutedjo (Kanan) dan Sekda Kulonprogo Astungkoro, memberi pengarahan program pemerintah di Ruang Sermo, Kompleks Setda Kulonprogo, Sabtu (29/7/2019). - Ist./Dok Pemkab Kulonprogo
02 Juli 2019 21:32 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjoga.com, KULONPROGO--Sutedjo langsung menjalankan tugas Bupati Kulonprogo begitu Hasto Wardoyo dilantik menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

“Memang otomatis langsung ke saya, seperti tadi saya menerima audiensi dengan PLN Jogja,” ujar lulusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM tersebut, Selasa (2/7/2019).

Tugasnya sebagai pengganti Hasto langsung bertumpuk di hari Hasto dilantik, Senin (1/7/2019). Seusai pulang dari Jakarta untuk menghadiri pelantikan Hasto Wardoyo, pria kelahiran Kulonprogo, 16 Januari 1954 itu tak langsung istirahat.

“Kemarin saya pulang dari Jakarta sampai ke sini [Kulonprogo] jam setengah duabelas malam. Jam duabelas saya langsung kerjakan berkas-berkasnya Pak Hasto sampai jam tiga pagi,” ungkapnya.

Saat berbincang-bincang dengan awak media, wajahnya terlihat letih. Matanya sayu. Namun, Sutedjo mengaku tetap kuat dan mampu bekerja optimal.

Kuncinya adalah rutin olahraga dan melakukan cek kesehatan di rumah sakit minimal sebulan sekali. Dia juga memiliki kebiasaan mandi air dingin selepas pulang kerja untuk menyegarkan tubuh.

“Itu jadi obat capek. Saya juga biasakan bangun jam setengah lima pagi, lalu salat, kalau sempet buat joging, setelah itu mandi dan berangkat kerja.”

Tugas Sutedjo hari itu sebenarnya masih tahap awal sebelum dirinya ditetapkan menjadi bupati definitif. Jika sudah sampai ke tahap itu, program pemerintah yang Hasto-Tedjo canangkan di awal menjabat pada 2011 dan kembali terpilih pada 2017 kemarin, sudah menantinya. Apalagi program itu sudah diamanatkan langsung dari Hasto kepadanya saat pengarahan di Ruang Sermo, Kompleks Setda Kulonprogo, Sabtu kemarin.

“Beban itu jelas ada, melanjutkan pekerjaan yang sudah baik itu malah beban moral buat saya. Tetapi ini tantangan yang harus saya jalani. Sementara saya lanjutkan program yang sudah baik. Jadi ini beban moral. Tapi karena saya satu paket dengan Pak Hasto jadi tidak ada masalah sih. Programnya juga program saya.”

Pesan dari Hasto

Sebelum resmi dilantik menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo meminta kepada Sutedjo dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk melanjutkan program yang telah dicanangkan.

Sutedjo masih ingat betul saat Hasto mengundang dirinya dan seluruh pejabat di lingkungan pemerintahan untuk bertemu. Undangan tertulis itu disampaikan lewat grup Whatsapp jajaran pejabat setempat yang kemudian disusul dengan surat resmi.

Isi undangan kurang lebih bertuliskan mengundang Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli, Asda I, II dan III, Kepala OPD, Camat dan Kabag untuk hadir dalam agenda pengarahan bupati di Ruang Sermo, Kompleks Setda Kulonprogo, Sabtu (29/7/2019) pagi pukul 10.00 WIB.

Hari H pun tiba. Seluruh pejabat yang diundang datang. Semula, mereka berpikir acara itu merupakan pengarahan biasa atau sekadar evaluasi kinerja bulanan. Ternyata dugaan itu meleset, meski tidak jauh-jauh amat.

Hasto yang saat itu mengenakan batik warna cokelat dan duduk diapit Sekda Kulonprogo Astungkoro dan Sutedjo di depan para pejabat menyampaikan arahan terkait program apa saja yang perlu menjadi perhatian anak buahnya.

“Di situ Pak Hasto memberi arahan ke kami untuk meneruskan program-program yang sudah direncanakan. Banyak yang dijelaskan beliau, yang menjadi kewajiban kami semua untuk melanjutkan. Termasuk kebijakan pemerintah provinsi yang harus didukung kabupaten,” kata Sutedjo.

Beberapa program yang disampaikan Hasto saat itu antara lain kebijakan pembangunan jalan tol yang tidak boleh berdekatan dengan Yogyakarta International Airport (YIA), rencana pembangunan jalan kereta api bandara yang sekarang ini masuk tahapan pembebasan tanah dan harus didahulukan sosialisasi, hingga upaya perlindungan pasar tradisional supaya tidak punah karena adanya pasar modern.

Kebijakan BPJS, pembangunan ekosistem bandara sampai mitigasi bencana di kawasan Yogyakarta Internasional Airport seperti green belt juga disampaikannya.

“Kemudian tentang rencana pembangunan Kota Wates baru, wilayah aerotropolis, rencana embarkasi haji, pembangunan RSUD Internasional Wates yang tinggal menunggu jadi, semangat meraih penghargaan Adipura karena kami belum pernah dapat, sampai pengembangan e-warong dan penanganan stunting juga beliau tekankan agar kami benar-benar serius menindaklanjutinya,” ujar Sutedjo.

Menjelang akhir acara, Hasto berpesan agar seluruh pejabat Pemkab Kulonprogo bisa bertugas tanpa dibayangi kepentingan pribadi. Utamakan kepentingan rakyat demi kemajuan daerah. Para pejabat juga dituntut untuk bekerja sesuai jalur.

Terakhir, dia menyampaikan ucapan perpisahan yang ditutup dengan jabat tangan diiringi uraian air mata dari sejumlah pejabat. Dua hari berselang Hasto resmi dilantik menjadi Kepala BKKBN.