CHANG WENDRYANTO : Ingin Melestarikan Budaya Tionghoa

Chang Wendryanto./ Ist. - dok. pribadi
04 Juli 2019 10:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gagal merebut kursi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada kontestasi Pemilu 2019, dan tersisa sekitar dua bulan masa jabatan di DPRD DIY, Chang Wendryanto atau Tio Boen Hwee atau Chang Wen Huey masih ingin terus memperjuangkan dan melestarikan budaya Tionghoa.

“Saya sebagai masyarakat nanti akan memberi masukan Dewan. Dewan harus mendengarkan aspirasi dari bawah. Saya sebagai masyarakat Tionghoa juga berharap dewan yang ada meskipun tidak ada orang Tionghoa disana bukan berarti budaya Tionghoa hilang. Mereka harus menjaga juga,” ucap pria yang saat ini masih menjabat Anggota Komisi C DPRD DIY itu, Rabu (3/7).

Pria kelahiran Jogja 2 Agustus 1966 itu juga berharap hubungan masyarakat terus terjaga. Termasuk sosialisasi atau dialog warga, dari Dewan tetap mengundang warga keturunan Tionghoa. Dengan begitu masyarakat keturunan Tionghoa juga tahu apa yang diperjuangkan. Ia berharap warga keturunan Tionghoa dan masyarakat lokal dapat saling bergotong royong.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu juga mengungkapkan budaya Tionghoa sejak zaman Presiden Gus Dur telah diakui dan harus tetap dijaga, meski bukan budaya asli Indonesia.

Chang yang pernah menjabat dua kali periode anggota DPRD Kota Jogja dan satu kali di DPRD DIY itu mengharapkan daerah-daerah yang memiliki ciri khas seperti Ketandan harus menjadi perhatian. Warga yang tinggal dan turut membantu pelestarian bangunan heritage menurutnya juga harus diberi keringanan, seperti dibebaskan pajak, karena perawatan tidak mudah.

Ia mengharapkan generasi muda juga memperjuangkan pelestarian budayaTionghoa. “Jangan sampai generasi tua nya udah gak ada, anak muda tidak mengenal budaya Tionghoa. Untuk yang tua dapat mengader ke yang muda. Agar anak muda tahu budaya-budaya Tionghoa, mungkin sekarang banyak yang enggak tahu,” ujar Chang.