Petani di Semin Pilih Tanam Bawang Merah karena Lebih Menguntungkan

Sukiman, salah seorang petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, menyirami tanaman bawang merah di lahan miliknya, Sabtu (6/7/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
08 Juli 2019 14:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, memanfaatkan lahan untuk ditanami bawang merah. Komoditas ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam jagung maupun kedelai.

Salah seorang petani, Sukimin, mengatakan tanaman bawang merah memiliki potensi bisnis yang besar. Pasalnya, bawang merah selain usia penanaman lebih pendek juga memiliki nilai jual yang tinggi.

Sebagai gambaran sejak awal Maret 2019 hingga saat ini dia sudah bisa menanam sebanyak dua kali. Adapun hasilnya memuaskan karena saat panen pertama bisa mendapatkan hasil cukup bagus karena harga jual yang tinggi. “Saya panen pada saat Lebaran dan satu kilogram bawang merah dihargai Rp18.000,” kata Sukimin kepada Harian Jogja, Sabtu (6/7/2019).

Menurut dia, di masa tanam kedua ini dia menanam bawang merah lebih banyak lagi sehingga keuntungan yang didapatkan bisa lebih besar. “Kalau di awal hanya menanam 50 kilogram benih bawang merah, sekarang saya menanam benih sebanyak 120 kilogram, harapannya jika sukses bisa mendapatkan panen mencapai 1,6 ton bawang merah,” ujarnya. Untuk pemeliharaan Sukimin mengaku tidak kesulitan karena prosesnya sama seperti dengan tanaman lain. “Saya rutin memberikan pupuk untuk mencegah serangan hama. Selain itu saya juga rutin menyirami saat pagi dan sore,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Irfan, petani bawang merah lainnya di Dusun Bendo. Menurut dia, untuk pemeliharaan tidak ada masalah karena kebutuhan air bisa dicukupi melalui sungai kecil yang mengalir tepat di pinggir jalan Ngawen-Semin. “Air tidak masalah karena saat kemarau air sungai masih mengalir sehingga bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman bawang merah,” katanya.

Irfan menuturkan untuk harga jual pada saat ini masih sangat baik yakni di kisaran Rp14.000 sampai Rp17.000 per kilogram. Menurut dia, dengan harga ini dinilai memiliki potensi bisnis yang baik bila dibandingkan dengan tanaman pangan seperti jagung dan kedelai. “Saya pilih bawang merah karena harga jualnya lebih tinggi. Beda jika menanam kedelai, jagung atau padi saat dijual harganya jauh di bawah bawang merah,” katanya.