KPPS Pilur Gunungkidul Dibentuk, 230 TPS Siap Digunakan
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Sukiman, salah seorang petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, menyirami tanaman bawang merah di lahan miliknya, Sabtu (6/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, memanfaatkan lahan untuk ditanami bawang merah. Komoditas ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam jagung maupun kedelai.
Salah seorang petani, Sukimin, mengatakan tanaman bawang merah memiliki potensi bisnis yang besar. Pasalnya, bawang merah selain usia penanaman lebih pendek juga memiliki nilai jual yang tinggi.
Sebagai gambaran sejak awal Maret 2019 hingga saat ini dia sudah bisa menanam sebanyak dua kali. Adapun hasilnya memuaskan karena saat panen pertama bisa mendapatkan hasil cukup bagus karena harga jual yang tinggi. “Saya panen pada saat Lebaran dan satu kilogram bawang merah dihargai Rp18.000,” kata Sukimin kepada Harian Jogja, Sabtu (6/7/2019).
Menurut dia, di masa tanam kedua ini dia menanam bawang merah lebih banyak lagi sehingga keuntungan yang didapatkan bisa lebih besar. “Kalau di awal hanya menanam 50 kilogram benih bawang merah, sekarang saya menanam benih sebanyak 120 kilogram, harapannya jika sukses bisa mendapatkan panen mencapai 1,6 ton bawang merah,” ujarnya. Untuk pemeliharaan Sukimin mengaku tidak kesulitan karena prosesnya sama seperti dengan tanaman lain. “Saya rutin memberikan pupuk untuk mencegah serangan hama. Selain itu saya juga rutin menyirami saat pagi dan sore,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Irfan, petani bawang merah lainnya di Dusun Bendo. Menurut dia, untuk pemeliharaan tidak ada masalah karena kebutuhan air bisa dicukupi melalui sungai kecil yang mengalir tepat di pinggir jalan Ngawen-Semin. “Air tidak masalah karena saat kemarau air sungai masih mengalir sehingga bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman bawang merah,” katanya.
Irfan menuturkan untuk harga jual pada saat ini masih sangat baik yakni di kisaran Rp14.000 sampai Rp17.000 per kilogram. Menurut dia, dengan harga ini dinilai memiliki potensi bisnis yang baik bila dibandingkan dengan tanaman pangan seperti jagung dan kedelai. “Saya pilih bawang merah karena harga jualnya lebih tinggi. Beda jika menanam kedelai, jagung atau padi saat dijual harganya jauh di bawah bawang merah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 16 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 16 September 2026 tersedia menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.