Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Ilustrasi embung./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY terus menambah jumlah embung sebagai area tangkapan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Tahun ini, setidaknya dua embung akan dibangun oleh Pemda DIY.
Plt. Kabid SDA DPUP-ESDM DIY Tito Asung Kumoro Wicaksono mengatakan satu embung dibangun di wilayah Sleman dan lainnya di Gunungkidul. "Selain Embung Sendangtirto [Kecamatan Berbah, Sleman], juga Embung Jerukwudel, [Kecamatan Girisubo, Gunungkidul]," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (9/7/2019).
Pembangunan Embung Jerukwudel sudah berjalan, sedangkan Embung Sendangtirto masih dalam proses lelang di Badan Layanan Pengadaan (BLP) dengan pagu anggaran sebesar Rp6,5 miliar. "Hingga kini jumlah embung yang dikelola oleh Pemda DIY sebanyak 24 unit. Yang jelas pembangunan embung Sendangtirto difungsikan utama untuk irigasi dengan luas layanan lahan pertanian kisaran 20-25 hektare," katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang SDA-Drainass Embung Sendangtirto Subarjo mengatakan luas genangan Embung Sendangtirto sebesar 4,855 meter persegi sementara volume tampungan airnya sebanyak 19.716 meter kubik. "Proses DED sudah dilakukan sejak 2015. Pernah diusulkan tahun lalu tapi baru disetujui tahun ini. Mudah-mudahan tahun ini bisa dikerjakan," kata Subarjo.
Dia mengatakan embung tersebut dikhususkan untuk memenuhi jaringan irigasi lahan pertanian di Berbah dan sekitarnya. Termasuk untuk memenuhi konservasi air di sekitar lokasi. "Konsep pembangunannya hampir sama dengan embung-embung lainnya yang dibangun. Akan dikelilingi batuan beronjong," katanya.
Adapun untuk pembangunan Embung Jerukwudel di Kecamatan Girisubo, Gunungkidul mulai dilakukan. Dia menjelaskan luas genangan air embung Jerukwudel sebesar 1,8 hektare dengan luas daerah aliran sungai (DAS) yang mengarah ke embung tersebut mencapai 22,4 hektare.
“Embung Jerukwudel diperkirakan mampu menampung volume air hingga 60.000 meter kubik. Adapun nilai kontrak pembangunan Embung ini sebesar Rp5,1 miliar,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.