Takut Memicu Kontroversi, Pembuatan Baju Diserahkan ke Anggota DPRD

Anggota DPRD Gunungkidul - Harian Jogja/David Kurniawan
09 Juli 2019 18:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kesekretariat DPRD Gunungkidul mulai menyiapkan baju dinas baru untuk anggota Dewan hasil Pemilu 2019. Meski untuk menghindari adanya polemik proses pembuatan akan diserahkan ke masing-masing anggota.

Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi, mengatakan KPU Gunungkidul hingga saat ini belum menetapkan kapan waktu penetapan caleg terpilih hasil Pemilu 2019. Namun hal tersebut tidak menghalangi tugas Kesekretariatan DPRD untuk mempersiapkan pelantikan. “Kami sudah tetapkan waktu pelantikan yang akan dilaksanakan pada 12 Agustus 2019,” kata Agus kepada Harian Jogja, Selasa (9/7/2019).

Menurut dia, selain menentukan jadwal pelantikan Sekretarian DPRD juga menyiapkan fasilitas baju seragam kepada 45 anggota Dewan baru. Meski demikian, kata Agus, jajarannya tidak memberikan dalam bentuk baju tetapi dalam bentuk kain.

Ia menjelaskan, pengalaman saat pelantikan anggota Dewan di periode 2014-2019 menjadi pelajaran. Saat memberikan baju, muncul polemik karena ada komplain terhadap pengadaan. “Kami tidak ingin ada polemik dan dituduh macam-macam. Jadi, fasilitas baju tetap diberikan tetapi bentuknya kain dan setiap anggota bisa menjahitkan sendiri,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bagian TU Sekretariat DPRD Gunungkidul, Madyarina Mulyaningsih. Menurut dia jajarannya sudah mengadakan kain baju untuk anggota Dewan baru. Rencananya setelah ada penetapan dari KPU, kesekretariatan akan menyerahkan kain ini kepada 45 caleg terpilih. “Biar masing-masing anggota yang menjahitkan sehingga bisa pas dengan keinginan dan tidak ada lagi polemik dalam pemberian seragam baru,” katanya.

Menurut Madyarina, anggaran pengadaan baju Dewan sekitar Rp300 juta. Dana ini tidak hanya untuk membeli kain baru, tetapi juga ongkos jahit. “Ada rinciannya tapi saya belum bisa menyebutkan karena sedang dinas ke luar kota,” katanya.

Rencananya seragam baru untuk anggota DPRD terdiri dari lima jenis, yakni dua stel pakaian sipil harian (PSH); pakaian sipil resmi (PSR), pakaian dinas lengkap (PDL) dan pakaian dinas harian (PDH) masing-masing satu potong. “Total ada lima baju yang diberikan kepada anggota Dewan baru,” katanya.