Kuliah Sambil Jadi Pengemudi Taksi Online, Mahasiswi Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude

Rizky Aulia Hasyim lulus S1 dari Fakultas Ekonomi UII dengan predikat cumlaude. - Ist/dok pribadi
10 Juli 2019 15:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menjadi tulang punggung keluarga, bekerja sebagai mitra pengemudi taksi online, tidak memupus cita-cita Rizky Aulia Hasyim untuk lulus S1 dengan predikat cumlaude. Kelulusan mahasiswi dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja ini pun mengharu biru.

Rizky berhasil menyelesaikan kuliahnya selama empat tahun dengan IPK 3,92. Ia mengaku banyak bersyukur dengan segala anugerah yang diberikan Tuhan ketika diwisuda pada 29 Juni lalu. Prestasi yang dia capai bisa membanggakan keluarga dan kedua orangtuanya, Muhammad Hasyim dan Kurniawati.

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Rizky bisa memberikan teladan bagi kedua adiknya, Rahma Marwah Hasyim dan Muhammad Fattah Astsulaisy Al-Hasyim.

Dia mampu melewati berbagai rintangan demi mencapai cita-citanya. Betapa tidak, di tengah-tengah menjalani kuliah Rizky harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ayah Rizky, keluar dari pekerjaannya karena terbentur masalah internal. Sementara, sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Rizky pun ikut mencari nafkah untuk bisa menyekolahkan kedua adiknya yang masih duduk di SMA dan SD itu.

"Akhirnya, semester enam saya bergabung dengan Grab. Sudah 1,5 tahun saya menjadi pengemudi taksi online," katanya melalui surat keterangan yang diterima Harianjogja.com, Selasa (9/7/2019).

Di tengah kesibukannya sebagai mitra pengemudi Grabcar, perempuan berjilbab ini juga aktif menjadi guru les. Sedari semester awal, dia memang sudah terbiasa bekerja sambil kuliah sebagai guru les privat. Jenjang pendidikan yang ia ajarkan pun beragam, mulai dari TK hingga SMA. "Alhamdulillah, saya bisa lulus tepat waktu dengan predikat terbaik," katanya.

Atas prestasinya, saat diwisuda ia mengenakan toga dengan selempang hijau bertuliskan "Grab". Selempang tersebut dia buat sendiri karena sebagai wujud terimakasih karena Grab telah membawanya meraih impiannya untuk lulus cumlaude, dan juga membantu meringankan beban orang tua.

Alasan Rizky saat pertama kali bergabung menjadi mitra pengemudi Grab, karena semata-mata ingin membantu perekonomian keluarga. Selain itu, honor sebagai guru les dinilai tidak mencukupi. Rizky pun terus memutar otak dengan mencari pekerjaan yang pemasukannya bisa mengimbangi kebutuhan.

"Saya sudah terbiasa bekerja sambilan sejak awal kuliah. Jadi driver online waktunya bisa diatur," kata Rizky.

Meski menjadi mitra pengemudi Grab secara paruh waktu, pendapatan maksimal yang diperoleh Rizky bisa mencapai kisaran Rp300.000 per hari, dengan total sekitar Rp8 juta setiap bulan. Dengan bertambahnya pendapatan, Rizky bisa mengatur penghasilan sendiri, tidak hanya membayar cicilan dan keperluan lain untuk keluarganya, tetapi juga membayar keperluan kuliah hingga wisuda.

Hervy Deviyanto, City Manager Yogyakarta, Grab Indonesia mengatakan kisah Rizky baik sebagai mitra pengemudi Grab, seorang guru les privat, dan menjadi mahasiswa bisa menjadi tauladan bagi semua.

"Tentu bukan perkara mudah yang dilakukan Rizky dalam waktu yang bersamaan. Karena Rizky benar-benar mencanangkan prinsip keseimbangan antara hidup dan bekerja yang dilakukan dalam skala prioritas," katanya.

Kisah Rizky, lanjut Ridzki merupakan salah satu dari jutaan perjuangan mitra pengemudi Grab meraih impiannya demi membahagiakan orang tersayang. Terlebih, Grab sebagai everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara, juga baru saja meluncurkan program #KarenaAman untuk terus mendorong setiap perempuan untuk mengejar tujuan pribadi mereka dalam hidup tanpa rasa takut atau enggan.