Gelombang Tinggi, Wisata Pantai Tetap Ramai

Pengunjung berwisata di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Rabu (10/7/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
10 Juli 2019 22:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kunjungan wisatawan ke pantai tetap ramai meskipun gelombang di laut selatan Jawa masih tinggi.

 Petugas jaga Pantai Congot, Karim, mengungkapkan kunjungan ke Pantai Congot sejak liburan sekolah sampai saat ini tidak terpengaruh dengan adanya gelombang tinggi di pantai. Wisatawan tetap banyak berkunjung walaupun ada anjuran tidak mandi di pantai.

Rata-rata di hari biasa kunjungan berkisar pada angka 200-an orang, pada Senin (8/7/2019) lalu jumlah kunjungan ke Pantai Congot sebanyak 229 orang sedangkan pada Selasa (9/7/2019) sebanyak 188 orang. Pada libur Lebaran lalu jumlah kunjungan di Pantai Congot bahkan bisa mencapai ribuan orang dalam seharinya.

Total jumlah pengunjung sampai akhir libur Lebaran kemarin ada 8.000 orang. Untuk total pendapatan retribusi diraup dari Pantai Congot sebanyak Rp51 juta selama libur Lebaran. Awal tahun ini, kenaikan tarif retribusi diberlakukan di Pantai Congot. Dari sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp6.000. “Pengunjung kebanyakan dari wilayah Jawa Tengah, yakni Kedu, Purworejo, Wonosobo dan Magelang,” tutur Karim kepada Harian Jogja, Rabu (10/7).

Salah satu pengunjung asal Magelang, Sumarni, mengaku berkunjung bersama keluarganya untuk memanfaatkan waktu libur sekolah. “Tidak tahu kalau ada informasi gelombang tinggi. Hanya ingin wisata di pantai saja,” ujarnya.

Dengan tingginya wisatawan yang berkunjung di pantai membuat Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo berjaga di tiap titik untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Melalui media sosial, SRI Wilayah V menginformasikan perihal kondisi gelombang.

“Pengunjung pantai diberikan arahan agar tidak mandi dan mendekati bibir pantai,” ujar Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko. Namun, saat ini tinggi gelombang mulai menunjukan penurunan ke arah normal. Kemarin terpantau tinggi gelombang sekitar dua sampai 3,5 meter.

Dari libur Lebaran lalu sudah terjadi kecelakaan laut di pantai yang menyeret sembilan orang. Tidak hanya korban yang terseret ombak, rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak karena tersapu ombak.