Andalkan Mina Padi, Desa Ini Mengais Asa Jadi Desa Wisata

Ketua Pokdarwis Samberembe, Ricky Wahid Syam, berpose di depan pintu masuk Kampung Mina Padi di Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Jumat (12/7/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
12 Juli 2019 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Ditunjuk jadi tuan rumah Pekan Daerah Petani Nelayan Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda-KTNA) DIY 2019, membuat masyarakat Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Sleman termotivasi untuk mengembangkan desa wisata secara swadaya.

Ketua Pokdarwis Samberembe, Ricky Wahid Syam, 33, mengatakan konsep yang ingin dikembangkan oleh pemuda desa dibantu dengan warga Samberembe yang lain adalah Kampung Wisata Mina Padi.

Setelah Peda-KTNA DIY 2019 berakhir, kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kampung Minapadi Samberembe bakal dikukuhkan. Persiapan menjadi desa wisata, kata dia, sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa waktu lalu.

Hal itu dimulai dengan mengumpulkan tokoh masyarakat, petani, pemuda, dan bahkan keterlibatan ibu-ibu desa setempat untuk memanfaatkan potensi pertanian yang ada di wilayah mereka. "Kampung Wisata Mina Padi akan diisi kuliner dengan konsep persawahan dengan menyajikan makanan seperti sega liwet, botok yuyu, outbond, edukasi mengenai teknologi pertanian dan perikanan, homestay, dan oleh-oleh hasil perikanan," katanya, Jumat (12/7/2019).

Dia berharap dengan kehadiran Kampung Wisata Mina Padi bisa mendorong minat sesama generasi milenial untuk terjun di bidang pertanian.

Soal pengelolaan Kampung Wisata Mina Padi, dia mengatakan akan melibatkan karang taruna di Dusun Samberembe yang jumlah anggotanya mencapai 80 orang. "Nanti akan kami kelola secara swadaya, kalau lewat BUMDes [Badan Usaha Milik Desa] takutnya hanya dinikmati segelintir orang," ucap dia.

Kendati saat ini di Samberembe sudah ada beberapa pemuda yang menggeluti sektor perikanan hingga membentuk kelompok Mina Muda. Total lahan yang sudah disiapkan nantinya, kata dia, mencapai tiga hektare. "Karena lumayan banyak pemuda di Dusun Samberembe yang masih menganggur Daripada tidak ada kerjaan lantas mencoba wirausaha perikanan. Sedangkan, untuk pertanian memang baru sedikit yaitu ada satu dua anak muda yang tertarik. Kebanyakan lebih memilih budi daya ikan karena lebih mudah, fleksibel, dan menguntungkan," ucap dia.

Petani Kampung Mina Padi Samberembe, Gunarto, 51, mengatakan petani di dusunnya sebenarnya sudah menerapkan pola mina padi sejak 2011. "Hasilnya menguntungkan dan memuaskan karena bisa memanen dua komoditas sehingga memberikan nilai tambah. Untuk pengairan selama ini tidak ada kesulitan karena air melimpah sepanjang tahun dari hulu Kali Boyong," katanya.