Brandu Masih Ditemukan di Gunungkidul, Pemkab Siapkan Kompensasi Ternak Mati
Praktik brandu masih ditemukan di Gunungkidul. Pemkab memperkuat edukasi dan menyiapkan kompensasi bagi ternak yang mati akibat penyakit menular.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jumlah anggaran pendapatan Pemkab Gunungkidul diproyeksikan naik sebesar Rp69,5 miliar di tahun ini. Hal ini tertuang dalam nota pengantar Rencana Kebijakan Umum dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2019.
Data dari rancangan ini disebutkan, jumlah pendapatan pemkab yang tertuang di dalam APBD 2019 sebesar Rp2.057.526.415.608,50. Namun seiring perkembangan dalam penyusunan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019, ada kenaikan plafon pendapatan di tahun ini menjadi Rp2.127.109.485.654.40.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan jumlah pendapatan Pemkab mengalami kenaikan karena dua faktor. Pertama, karena adanya kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1.030.348.110,90. Kedua, bertambahnya pendapatan karena adanya hibah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 68.552.721.935. “Jadi kalau ditotal kenaikan mencapai Rp69,5 miliar. Otomatis dengan pertambahan itu maka mengubah proyeksi pendapatan Pemkab tahun ini,” kata Immawan kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).
Adanya perubahan proyeksi anggaran tidak hanya terjadi di sektor pendapatan. Di sektor belanja juga mengalami perubahan dari awalnya Rp2.271.333.958.263,85 menjadi Rp2.320.029.520.739,56. “Adanya perubahan ini tidak lepas dari berubahnya proyeksi di sektor belanja lansung maupun tidak lansung sehingga berpengaruh terhadap akumulasi sektor belanja,” kata Immawan.
Dia menjelaskan penyerahan nota pengatar KUA-PPAS Perubahan 2019 merupakan langkah awal untuk penyusunan APBD Perubahan 2019. Immawan pun berharap nota pengantar bisa segera dibahas sehingga penyusunan APBD Perubahan bisa terlaksana. “Masih ada proses fasilitasi dari Pemda DIY, tapi harapannya nota KUA-PPAS bisa segera dibahas bersama dengan anggota Dewan,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Purwanto, mengatakan pasca-penyerahan nota KUA-PPAS Dewan berjanji untuk segera membahasnya. Menurut dia, nota ini sangat penting karena sebagai langkah awal untuk menyusun APBD Perubahan 2019. “Secepatnya sehingga bisa segera membahas APBD Perubahan,” katanya.
Purwanto mengungkapkan anggota Dewan sudah menetapkan agar pembahasan APBD Perubahan bisa diselesaikan sebelum pelantikan anggota DPRD hasil Pemilu 2019. “Minggu pertama Agustus harus selesai. Sebab jika tidak, akan repot dan bayang-bayang kegagalan seperti tahun lalu [tidak ada APBD Perubahan] bisa terulang kembali di 2019. Jadi harus secapatnya dibahas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Praktik brandu masih ditemukan di Gunungkidul. Pemkab memperkuat edukasi dan menyiapkan kompensasi bagi ternak yang mati akibat penyakit menular.
Trump mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih dan mencapai level yang sama atau melampaui sebelum perang dengan Iran.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Rabu 7 Oktober 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap.
Museum Anaia & Alisha di Kaliurang menghadirkan sejarah rempah, busana Nusantara, edukasi lingkungan, dan konsep warisan lintas generasi.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Simak cara pesan dan yang perlu disiapkan.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.