Resmi Ditutup, Gaya Jogja Bakal Jadi Event Tahunan

Harian Jogja/Abdul Hamid Razak Salah satu kelompok seni yang tampil di acara penutupan Jogja Gaya di Monumen SO 1 Maret, Jogja, Minggu (14 - 7)
15 Juli 2019 14:42 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gelar Karya Jogja (Gaya Jogja) yang menjadi wadah baru untuk menampilkan beragam karya UMKM, ekonomi kreatif dan seni di Kota Jogja diharapkan bisa menjadi event tahunan.

Event yang menyediakan puluhan stan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut baru kali pertama digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dengan melibatkan berbagai leading sector. Selain melibatkan UKM binaan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, event itu juga melibatkan puluhan kelompok binaan Dinas Pariwisata (Dispar), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja.

"Ini baru yang pertama hasil kolaborasi dari berbagai SKPD, dan akan kami evaluasi dulu ya kegiatan ini. Tapi ekpektasinya jauh diluar dugaan," kata Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja Lucy Irawati kepada Harianjogja.com di sela-sela Penutupan Gaya Jogja, Minggu (14/7/2019).

Meski begitu, dia berharap agar pelaksanaan Gaya Jogja bisa menjadi embrio sinergitas kegiatan antar SKPD baik di dalam kota maupun di luar kota. Sebelumnya program masing-masing SKPD berjalan sendiri-sendiri sehingga ke depan setiap program bisa mewakili Kota Jogja.

"Kali ini semua organisasi perangkat daerah bersatu untuk memajukan semua potensi yang ada di Jogja, di semua bidang. Kami akan perbaiki lagi kekurangannya agar ke depan bisa lebih baik lagi," kata Lucy.

Dikatakan Lucy dari sisi kunjungan dan penjualan produk UMKM dinilai sangat luar biasa. Apalagi even tersebut digelar saat hari libur sekolah. Hal itu ditopang dengan beragam produk dari berbagai UMKM seperti batik gaya jogja, lurik, sibori, jumputan, dan ecoprint.

Tidak kalah pentingnya, lanjut Lucy, program yang disajikan juga semarak seperti fashion show dan juga atraksi kesenian. "Kami minta para pelaku usaha jangan hanya puas bisa tampil. Mereka juga harus terus berkembang dan berinovasi," katanya.

Seperti diberitakan, Gaya Jogja digelar sejak Kamis (11/7/2019). Penutupan Gaya Jogja dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Sebelum ditutup, Pemkot menyerahkan berbagai penghargaan untuk beragam kategori.

Seperti desain produk kerajinan terbaik melalui bahan, bentuk, isi dan isu alam misal recycle, desain kerajinan kreatif yang bermanfaat, dan produk kerajinan populer yang mengedepankan fungsi, inovatif dan lainnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Pemkot akan terus berupaya mengembangkan potensi UMKM di Jogja. Dia berharap Jogja Gaya bisa memberikan manfaat bagi para pelaku usaha agar semakin banyak dikenal oleh masyarakat. "Semoga kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat," kata Heroe.