Layanan Posyandu Dikembangkan Melalui Aplikasi Berbasis Android dan Konsultasi Online

Kegiatan pelatihan bagi kader posyandu tentang sistem informasi posyandu berbasis android, portal konsultasi keluarga dan berbasis web. - Ist/FTI UII.
18 Juli 2019 09:17 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Pelaksanaan Posyandu masih banyak yang belum menggunakan dukungan teknologi informasi untuk mempercepat dan akurasi informasi kepada masyarakat. Sistem informasi posyandu berbasis android, portal konsultasi keluarga dan berbasis web sedang dikembangkan oleh Tim dari Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) di Desa, Bimomartani, Ngemplak, Sleman.

Dosen FTI UII Sri Kusumadewi menjelaskan pihaknya berupaya mengembangkan sistem informasi pada Posyandu di Bimomartani, Ngemplak Sleman agar memberikan kontribusi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Hal itu didasari tingginya semangat kader dalam memberikan pelayanan namun belum didukung dengan fasilitas teknologi yang dapat membantu mempercepat dan meningkatkan akurasi informasi.

“Di Bimomartani yang terdiri 12 pedukuhan ini telah melaksanakan kegiatan posyandu, kader juga aktif, baik di posyandu balita maupun lansia. Kadernya ini sangat terbuka terhadap perkembangan teknologi, sehingga memungkinkan kami untuk membantu mereka dalam mengembangkan diri  untuk menerapkan teknologi informasi demi kemajuan kualitas pelayanan,” terangnya dalam rilisnya, Rabu (17/7/2019).

Ia menambahkan, semua pendataan Posyandu di Desa Bimomartani masih dilakukan secara manual di atas kertas. Sehingga sangat rentan terhadap kehilangan data, kesalahan pencatatan data, kesulitan menemukan data dan akses data tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Oleh karena itu timnya membuat secara khusus aplikasi tersebut agar bisa diterapkan untuk masyarakat.

Pihaknya memberikan pendampingan kepada kader, terutama  pelatihan sistem informasi posyandu berbasis web dan android serta portal layanan konsultasi secara online. Melalui portal konsultasi itu masyarakat bisa langsung berkonsultasi secara online yang bisa terkoneksi langsung dengan psikolog UII. Pendampingan yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat itu di danai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Penguatan Riset & Pengembangan Kemenristekdikti. Menurutnya dukungan Kemenristekdikti itu melalui surat perjanjian penugasan pelaksanaan program pengabdian masyarakat nomor 109/SP2H/PPM/DRPM/2019, tanggal 18 Maret 2019.

“Ada serangkaian aktivitas yang dilaksanakan, dan salah satunya adalah pelatihan sistem informasi posyandu berbasis web dan android pada Senin 15 Juli 2019 di Laboratorium Teknik Informatika UII yang diikuti kader posyandu, bidan desa dan seorang poskesdes,” katanya.

Salah satu Bidan Desa Bimomartani, Ngemplak, Sleman Ritri Prihandayani menyambut baik pendampingan tersebut karena lebih memudahkan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Selain itu data di posyandu lebih tertata dan memudahkan pencarian, sehingga aplikasi tersebut sangat dibutuhkan.

“Ke depan tentu portal ini bisa dikembangkan agar warga masyarakat dapat melaksanakan konseling secara online dengan para psikolog yang ada di UII,” katanya.