Warsidah Diduga Meninggal Karena Leptospirosis

Ilustrasi leptospirosis, - JIBI
18 Juli 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang warga Dusun Waduk, Desa Salam, Kecamatan Patuk bernama Warsidah, 55, diduga meninggal dunia akibat leptospirosis, Senin (15/7). Sebelum meninggal korban sempat dirawat selama dua hari di Puskesmas Patuk 1, kemudian dirujuk ke RSUP dr Sardjito, Jogja.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Warsidah meninggal dunia karena menderita asam lambung dan vertigo. Leptospirosis sendiri merupakan penyakit yang dpicu virus yang terkandung dalam air kencing tikus.

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, mengatakan informasi yang ia terima korban suspect leptospirosis. Dia mengaku bakal bertemu dengan tim medis Puskesmas Patuk 1 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul. "Kami masih menunggu hasil laboratorium dari rumah sakit RSUP dr Sardjito untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," katanya, Rabu (18/7).

Haryo Ambar menuturkan apabila korban positif leptospirosis, Pemerintah Kecamatan Patuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan. “Kami segera berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinkes Gunungkidul untuk membahas persoalan ini," katanya.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyatakan kasus meninggalnya Wasidah bukan karena leptospirosis. "Bukan karena leptospirosis," ucapnya.

Menurutnya, jika sudah terjadi langkah yang tepat adalah melakukan pencegahan. Adapun orang yang rentan terkena penyakit tersebut ialah petani yang pergi ke ladang sebelum Matahari terbit. "Karena virus leptospirosis baru mati setelah terkena sinar Matahari," ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Gunungkidul, jumlah warga Gunungkidul yang meninggal dunia akibat leptospirosis terus menurun. Beberapa wilayah yang rawan terhadap leptospirosis masing-masing Kecamatan Gedangsari; Ngawen; Patuk; Nglipar dan Semin.