Kekeringan DIY Meluas, Ini Kecamatan Paling Membutuhkan Air Bersih

Ilustrasi kemarau di ladang pertanian - JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman
22 Juli 2019 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJAKekeringan di DIY meluas. Hingga pertengahan Juli ini permintaan air bersih naik dua kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala Pelaksanana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan di beberapa wilayah, permintaan air bersih melonjak tajam. Hingga pertengahan Juli ini, permintaan air sudah menyamai permintaan air  selama Juni kemarin. Ini artinya wilayah terdampak kekeringan semakin meluas,katanya kepada Harian Jogja, Senin (22/7/2019).

Berdasarkan data BPBD DIY, kecamatan yang membutuhkan suplai air paling banyak berada di Kecamatan Girisubo di Kabupaten Gunungkidul. Selama Juni, kecamatan ini membutuhkan 200 tangki air. Hingga pertengahan Juli sebanyak 124 tangki air sudah dikirim ke lokasi tersebut. Tidak hanya di Girisubo, kenaikan permintaan air bersih juga terjadi di Kecamatan Rongkop. Selama Juni lalu, sebanyak 104 tangki air bersih didistribusikan ke Rongkop.

Pertengahan Juli sudah 60 tangki air yang didistribusikan. Wilayah baru yang sebelumnya tidak meminta dropping [distribusi] air juga bermunculan. Seperti Kecamatan Purwosari. Selama Juni belum ada permintaan, tapi sampai pertengahan Juli sudah dikirim 20 tangki bantuan air bersih,” ujar Biwara.

Selain Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo juga membutuhkan air bersih. Sementara, dari Sleman belum ada laporan pengajuan permintaan air bersih.

“Di Kabupaten Bantul, ada dua kecamatan yang mengajukan dropping air. Jumlahnya masih sedikit. Imogiri sebanyak lima tangki dan Piyungan empat tangki air. Di Kulonprogo, baru ada pengiriman tiga tangki air bersih ke Samigaluh,” kata dia.

Meskipun terjadi peningkatan wilayah kekeringan dan permintaan air bersih, kata Biwara, bantuan air bersih yang didistribusikan masih ditangani oleh pemerintah daerah setempat. BPBD DIY terbuka terhadap kelompok masyarakat yang akan memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Harus ada koordinasi dengan kami agar bantuan tepat sasaran. BPBD DIY memiliki tiga mobil tangki yang bisa digunakan untuk membantu distribusi,” ujar dia.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibanding tahun lalu. Tapi tidak sekering musim kemarau pada 2015. Kami tetap siapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap terpenuhi.”

Kepala Desa Jerukwudel Girisubo Gunungkidul Saryana mengatakan selama ini untuk mendapatkan air bersih warga mengandalkan pasokan dari truk-truk tangki.

Jika dalam satu keluarga berjumlah empat jiwa [ayah, ibu, dua anak], satu tangki air bisa dihabiskan dalam waktu sebulan. Tergantung juga dari penggunaan dan kebutuhannya, kata Saryana.