Jadwal SIM Keliling Polda DIY, Cek Lokasi & Syarat Perpanjangan
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 10 Juli 2026 di Baturetno Bantul. Simak lokasi, jam layanan, serta syarat lengkap perpanjangan SIM A dan C.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/JIBI-Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Kekeringan di DIY meluas. Hingga pertengahan Juli ini permintaan air bersih naik dua kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Pelaksanana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan di beberapa wilayah, permintaan air bersih melonjak tajam. “Hingga pertengahan Juli ini, permintaan air sudah menyamai permintaan air selama Juni kemarin. Ini artinya wilayah terdampak kekeringan semakin meluas,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (22/7/2019).
Berdasarkan data BPBD DIY, kecamatan yang membutuhkan suplai air paling banyak berada di Kecamatan Girisubo di Kabupaten Gunungkidul. Selama Juni, kecamatan ini membutuhkan 200 tangki air. Hingga pertengahan Juli sebanyak 124 tangki air sudah dikirim ke lokasi tersebut. Tidak hanya di Girisubo, kenaikan permintaan air bersih juga terjadi di Kecamatan Rongkop. Selama Juni lalu, sebanyak 104 tangki air bersih didistribusikan ke Rongkop.
“Pertengahan Juli sudah 60 tangki air yang didistribusikan. Wilayah baru yang sebelumnya tidak meminta dropping [distribusi] air juga bermunculan. Seperti Kecamatan Purwosari. Selama Juni belum ada permintaan, tapi sampai pertengahan Juli sudah dikirim 20 tangki bantuan air bersih,” ujar Biwara.
Selain Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo juga membutuhkan air bersih. Sementara, dari Sleman belum ada laporan pengajuan permintaan air bersih.
“Di Kabupaten Bantul, ada dua kecamatan yang mengajukan dropping air. Jumlahnya masih sedikit. Imogiri sebanyak lima tangki dan Piyungan empat tangki air. Di Kulonprogo, baru ada pengiriman tiga tangki air bersih ke Samigaluh,” kata dia.
Meskipun terjadi peningkatan wilayah kekeringan dan permintaan air bersih, kata Biwara, bantuan air bersih yang didistribusikan masih ditangani oleh pemerintah daerah setempat. BPBD DIY terbuka terhadap kelompok masyarakat yang akan memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
“Harus ada koordinasi dengan kami agar bantuan tepat sasaran. BPBD DIY memiliki tiga mobil tangki yang bisa digunakan untuk membantu distribusi,” ujar dia.
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibanding tahun lalu. Tapi tidak sekering musim kemarau pada 2015. Kami tetap siapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap terpenuhi.”
Kepala Desa Jerukwudel Girisubo Gunungkidul Saryana mengatakan selama ini untuk mendapatkan air bersih warga mengandalkan pasokan dari truk-truk tangki.
“Jika dalam satu keluarga berjumlah empat jiwa [ayah, ibu, dua anak], satu tangki air bisa dihabiskan dalam waktu sebulan. Tergantung juga dari penggunaan dan kebutuhannya,” kata Saryana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 10 Juli 2026 di Baturetno Bantul. Simak lokasi, jam layanan, serta syarat lengkap perpanjangan SIM A dan C.
Kejati DIY menyelesaikan pendataan seluruh SPPG di wilayah DIY dan menyerahkan hasilnya ke Pidsus Kejaksaan Agung untuk mendukung penanganan perkara yang sedang
RS Bethesda Yogyakarta mendorong pengembangan hospice untuk memperkuat layanan paliatif di tengah meningkatnya jumlah lansia di DIY.
Sering merasa tidak dihargai, tidak didengar, atau terus bertengkar dengan pasangan? Kenali tujuh tanda hubungan tidak sehat yang bisa menjadi sinyal salah memi
Mohamed Salah berjanji awal baru untuk Mesir usai kalah 2-3 dari Argentina. "Kualifikasi saja tidak cukup," kata Salah. Mesir sempat unggul dua gol. Pesan penuh
Perusahaan kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah. Laporan Coursera 2026 menunjukkan sertifikasi industri menjadi faktor penting untuk mendapatka